Senin, 26 September 2022
30 Safar 1444

Airlangga Serukan G20 Pacu Industri dan Perdagangan demi Tarik Investasi

Kamis, 22 Sep 2022 - 17:48 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Airlangga Serukan G20 Pacu Industri dan Perdagangan demi Tarik Investasi - inilah.com
Menko Airlangga (kedua kanan) didampingi Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Investasi/Kapala BKPM. (Humas: Kemenko Perekonomian)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerukan negara-negara anggota G20 untuk meningkatkan kinerja sektor industri dan perdagangan. Peningkatan dua sektor itu menjadi daya tarik bagi investor.

Menurut Menko, sektor perdagangan, investasi, dan industri merupakan motor penggerak perekonomian nasional suatu negara. Termasuk, dalam masa menghadapi kondisi pandemi COVID-19. Ketiga sektor ini juga berperan sangat penting dalam menguatkan fundamental perekonomian nasional.

“Oleh karena itu, G20 harus mendorong upaya peningkatan di sektor industri, perdagangan dan untuk lebih menarik investasi,” katanya dalam Trade, Investment, and Industry Miniterial Meeting di Nusa Dua Bali, Kamis (22/9/2022).

Hal itu, sambung Ketua Umum Partai Golkar ini, merupakan seruan bagi negara-negara G20 untuk bekerja sama lebih baik lagi dalam memberikan dukungan yang diperlukan. “Tujuannya, guna mendorong aspek-aspek industri dan perdagangan yang mengadopsi teknologi, khususnya di negara-negara berkembang,” ucapnya.

Airlangga Serukan G20 Pacu Industri dan Perdagangan demi Tarik Investasi - inilah.com
(Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Ia menegaskan, kemampuan industri menjadi unsur utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara di masa pandemi. Negara yang memiliki indeks kinerja industri yang sangat kompetitif menjadi lebih kompetitif dan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di masa pandemi.

Baca juga
COVID-19 Reda, Laba Bersih Siloam Landai Jadi Rp213 Miliar di Semester I 2022

“Industri akan mendorong penciptaan lapangan kerja, dan memerlukan sektor perdagangan dalam distribusi, serta mendorong peningkatan investasi,” ungkap dia.

Dalam Presidensi G20 tahun ini, pertemuan-pertemuan di tingkat Working Group (Trade, Investment and Industry Working Group) maupun di Tingkat Menteri (TII Ministerial Meeting) menjadi generator bagi negara-negara G20 untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tepat. Ini dalam merespons dinamika global dan kesepakatan yang berimbang bagi negara-negara di seluruh kawasan.

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 juga telah mempercepat transformasi digital, termasuk perdagangan digital. Perkembangan perdagangan digital, yang meliputi pembayaran digital dan layanan pengiriman digital.

Penjualan e-commerce ritel global pada tahun 2020 meningkat hampir 30% dari level tahun 2019. Pada tahun 2020, sekitar 24% perusahaan telah menerima pesanan secara online dan lebih dari 40% perusahaan melakukan pemesanan secara online.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Pemerintah terus mengembangkan sistem teknologi dan informasi untuk mendukung proses supply chain. Dengan cara tersebut, Pemerintah dapat memantau pembaruan data dan memastikan bahwa informasi tersebut dapat diandalkan. Hal tersebut dilakukan seiring dengan upaya Pemerintah yang tengah memperkuat UMKM untuk menjadi nilai tambah bagi supply chain.

Baca juga
Wagub Riza: DKI Jakarta Jadi Prioritas Vaksinasi Booster

Pemerintah terus berkomitmen menguatkan dan mendorong UMKM karena UMKM berkontribusi lebih dari 60% dari PDB nasional dengan penyerapan tenaga kerja yang paling tinggi.

Airlangga Serukan G20 Pacu Industri dan Perdagangan demi Tarik Investasi - inilah.com
(Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

“Indonesia sangat menghargai kontribusi dari UMKM. Oleh karena itu, Pemerintah terus meningkatkan ketahanan UMKM agar dapat terus beradaptasi menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Saya percaya bahwa di banyak negara, UMKM menjadi salah satu sektor paling rentan yang membutuhkan perhatian ekstra. Oleh karena itu, saya mendorong G20 untuk menemukan rekomendasi guna meningkatkan ketahanan sektor ini, dan mendorong UMKM untuk menjadi bagian penting dari rantai nilai,” tegas Menko Airlangga.

Selanjutnya, Menko Airlangga kembali menekankan bahwa dalam Presidensi G20 tahun ini, Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama antar negara-negara G20 dalam menetapkan arah strategis untuk memulihkan kepercayaan terhadap institusi global. Platform multilateral menjadi penting, sehingga pertemuan-pertemuan G20 didorong untuk dapat memberikan banyak pengayaan bagi anggota G20.

“Kita membutuhkan solusi global untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dunia saat ini. Saya yakin bahwa mekanisme multilateral akan menjadi platform terbaik, di mana kita dapat menemukan solusi dan jawaban, yang mewakili kesatuan tujuan negara-negara di seluruh Kawasan dunia,” pungkas Menko Airlangga.

Baca juga
Pemerintah Klaim Kasus Aktif Covid-19 Turun Signifikan

Pada acara TII Ministerial Meeting ini, dilakukan juga beberapa pertemuan bilateral antara Menko Airlangga dengan USTR (United States Trade Representative) Amb. Katherine Tai yang mewakili Pemerintah AS, Dirjen UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) Mr. Gerd Muller yang mewakili PBB, EVP Trade & Commisioner EU, HE Valdis Dombrovskid yang mewakili Uni Eropa, Minister of Trade, Industry & Competitian Mr. Ebrahim Patel yang mewakili Afrika Selatan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Investasi/Kapala BKPM, Sekretaris Kemenko Perekonomian, dan para Menteri beserta Delegasi negara-negara G20.

Tinggalkan Komentar