Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Ajak Perbankan Genjot Pembiayaan, BI Pede Ekonomi RI Bakal Menggeliat pada 2022

Whatsapp Image 2022 01 26 At 11.12.46 - inilah.com
Foto: Antara

Bank Indonesia mengajak pihak perbankan untuk memacu pembiayaan kepada masyarakat. Pasalnya, BI meyakini perekonomian Indonesia akan lebih menggeliat pada 2022.

Hal itu tertuang dalam Laporan Perekonomian Indonesia bersamaan dengan penerbitan Laporan Tahunan Bank Indonesia, serta Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2021. Laporan tersebut sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga.

“Dalam Laporan Perekonomian Indonesia, kami sampaikan secara rinci optimisme kami di tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi InsyaAllah akan lebih baik 4,7 persen sampai 5,4 persen,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Selain itu Perry Warjiyo menyampaikan pada tahun ini inflasi memang akan meningkat, tapi akan dikendalikan sesuai sasaran 3 persen plus minus satu persen.

Baca juga
Bank Indonesia: Cadangan Devisa pada Agustus Naik Jadi US$144,8 Miliar

“Sedangkan nilai tukar memang akan menjadi tekanan tahun ini, tapi komitmen kami untuk menjaga stabilitas nilai tukar berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” ujar Perry Warjiyo.

Ia pun mengajak pelaku industri perbankan untuk meningkatkan pembiayaan ke masyarakat. Ia memprediksi pertumbuhan kredit pada 2022 bisa menyentuh kisaran 7 persen hingga 9 persen.

“Mari kita tingkatkan kredit dan pembiayaan untuk pemulihan ekonomi usaha dan di situlah kekuatan dari sinergi kita, sinergi kebijakan ekonomi nasional. Satu prasyarat yaitu vaksinasi. Terima kasih pemerintah yang sangat cepat, InsyaAllah sebentar lagi booster, pembukaan sektor ekonomi, stimulus fiskal dan moneter, pembiayaan dan juga reformasi di sektor riil dan sektor keuangan,” kata Perry Warjiyo.

Baca juga
Kemenkeu Sebut Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Siap Berlaku 2023

Ia menambahkan kebijakan moneter bank sentral pada tahun ini memang akan diarahkan untuk menjaga inflasi dan juga menjaga stabilitas nilai tukar karena tekanan global yang semakin meningkat.

“Tapi empat kebijakan lain yaitu makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar, inklusi ekonomi keuangan, ekonomi hijau dan juga kebijakan internasional, kami terus akan sampaikan dan kita dorong bersama pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi,” ujar Perry Warjiyo.

Sementara itu dalam Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI), bank sentral tidak hanya menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pada 2021 dan rencana pada 2022, tapi transformasi yang dilakukan BI secara besar-besaran sejak 2018.

Baca juga
Harus Utang Pun tak Apa Demi IKN, Sri Mulyani Sakiti Hati Rakyat

“Transformasi kebijakan, bauran kebijakan kami perkuat. Transformasi organisasi, dengan reengineering business processs, reorganisasi lebih efektif, lebih cepat. Lebih dari itu, kami juga melakukan transformasi di bidang sumber daya manusia. Knowledge, learning, budaya kerja dan lebih jauh itu transformasi digital. Visi kami adalah menjadi bank sentral digital terdepan yang berkontribusi nyata kepada perekonomian nasional dan terbaik di emerging market,” kata Perry Warjiyo.

Tinggalkan Komentar