Senin, 16 Mei 2022
15 Syawal 1443

Akankah IHSG Bergerak Anomali di Tengah Gempuran Sentimen Negatif?

Whatsapp Image 2022 01 11 At 14.24.07 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat tantangan negatif dari kekhawatiran pasar akan terjadinya perang dunia ketiga, kenaikan suku bunga The Fed, jatuhnya harga beberapa komoditas, dan tren kenaikan kasus baru Covid-19. Akankah IHSG bergerak anomali?

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, pola yang sama kembali terjadi di hari ke-3 atas Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA). Selama jam perdagangan, Indeks DJIA sempat menguat cukup tajam sekitar 605 poin (1,77%).

“Akan tetapi akibat dampak kekhawatiran peluang terjadinya Perang Dunia ke 3 jika Rusia yang dibantu China dan Korea Utara jadi menyerang Ukraina yang didukung AS dan negara NATO, akhirnya Indeks DJIA kembali ditutup turun sebesar 7,31 poin atau 0,02%,” katanya dalam riset yang diterbitkan Jumat (28/1/2022).

Selain itu, pelaku pasar di Wall Street juga masih diwarnai kekhawatiran kenaikan suku bunga acuan di AS (US FFR) serta tingginya Kasus Baru terinveksi Covid19 yang mencapai sekitar 367.000 orang dan korban tewas baru mencapai 2.118 orang.

Baca juga
Gangguan Pipa Kaspia Lambungkan Harga Minyak

Menurut dia, jika dikombinasikan dengan kembali jatuhnya harga emas sebesar 1,25%, nikel 0,77% dan batu bara yang berbalik turun sebesar 2,92% berpotensi menjadi sentimen negatif. “Ini menjadi penekan indeks bagi perdagangan di Bursa Indonesia Jumat ini,” ungkap dia.

Apalagi, sentimen negatif tersebut terjadi di tengah kembali naiknya Kasus Baru akibat Covid19 di Indonesia yang mendekati level 9000 orang per hari. “Ini membuka peluang level PPKM dinaikkan ke Level 3 terlebih jika Korban Baru Covid19 terus meningkat ke depannya,” tuturnya.

IHSG terncam melemah dalam kisaran support 6.563 dan resistance 6.658.

Di atas semua itu, Edwin merekomendasikan jual untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sedangkan rekomendasi saham-saham pilihannya adalah:

  1. PT XL Axiata Tbk (EXCL) dalam kisaran support 3.000 dan resistance 3.320. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 3.160 dengan target harga di 3.320 dan stop-loss di 3.000.
  2. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dalam kisaran support 2.260 dan resistance 2.500. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 2.380 dengan target harga di 2.500 dan stop-loss di 2.260.
  3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dalam kisaran support 6.850 dan resistance 7.575. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 7.200 dengan target harga di 7.575 dan stop-loss di 6.850.
  4. PT Royal Prima Tbk dalam kisaran support 380 dan resistance 420. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 400 dengan target harga di 420 dan stop-loss di 380.
  5. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dalam kisaran support 2.200 dan resistance 2.430. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 2.310 dengan target harga di 2.430 dan stop-loss di 2.200.
  6. Rekomendasi beli saham-saham lainnya adalah PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
Baca juga
Tekan Kasus Stunting, Anak Usaha Kimia Farma Kembangkan Suplemen Penambah Nafsu Makan

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

 

Tinggalkan Komentar