Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Akhiri Protes Rakyat, Justin Trudeau Tetapkan UU Darurat

Selasa, 15 Feb 2022 - 14:23 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Justin - inilah.com
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau - ist

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menerapkan kekuasaan darurat untuk menindak rangkaian protes pembatasan COVID-19.

Protes itu telah menyebabkan penyeberangan menuju Amerika Serikat terputus serta melumpuhkan beberapa kawasan di ibu kota negara, Ottawa.

“Aksi-aksi blokade ini merugikan ekonomi kita dan membahayakan keselamatan masyarakat. Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan aksi-aksi ilegal yang berbahaya terus berlangsung,” kata Trudeau saat konferensi pers, Senin (14/2/2022) waktu setempat.

Undang-undang Darurat 1988, yang akan digunakan Trudeau, memungkinkan pemerintah federal membatalkan kebijakan pemerintah provinsi.

Dengan UU itu, pemerintah federal juga berwenang menerapkan langkah-langkah khusus untuk sementara waktu. Hal ini guna memastikan keamanan dalam keadaan terkendali selama masa darurat nasional.

Baca juga
Heboh Karantina di Rumah Dhani-Mulan Jameela, Pemerintah Ciptakan Aturan Diskriminatif

Untuk dapat diterapkan, tindakan darurat harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Parlemen Kanada dalam tujuh hari. Parlemen memiliki wewenang untuk mencabut langkah tersebut.

Para pemimpin empat provinsi seperti Alberta, Quebec, Manitoba, dan Saskatchewan menyatakan menentang rencana pemberlakuan UU tersebut.

Makin banyak kalangan yang menunjukkan rasa frustrasi atas demonstrasi yang terus berlangsung di kota perbatasan di Kanada, yaitu Windsor, Ontario, dan Ottawa.

Para pengritik menganggap polisi terlalu lunak dalam menyikapi aksi protes itu, yang kini telah memasuki pekan ketiga.

“Walaupun mereka sudah melakukan upaya terbaik, sekarang jelas bahwa ada tantangan-tantangan serius terhadap kemampuan petugas penegakan hukum untuk menjalankan tugasnya secara efektif,” ujar Truedau.

Baca juga
Erick Thohir Bantah Terlibat Bisnis PCR

Ambassador Bridge, rute vital untuk perdagangan yang menghubungkan Kanada ke Detroit, Amerika Serikat, telah diblokade selama enam hari oleh para pengunjuk rasa.

Polisi akhirnya membubarkan mereka pada Minggu (13/2).

Aksi pemblokiran yang disebut dengan “Konvoi Kebebasan” itu dimulai oleh sopir-sopir truk asal Kanada. Mereka menentang kewajiban vaksinasi COVID-19 ataupun karantina bagi pengendara pelintas batas.

Demonstrasi tersebut membuat warga menentang kebijakan Trudeau soal apa pun, dari pembatasan terkait pandemi hingga soal pajak karbon.

Tinggalkan Komentar