Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Aksi Beli Asing dan Realisasi APBN Angkat IHSG ke Zona Hijau

Selasa, 12 Apr 2022 - 17:20 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Aksi Beli Asing dan Realisasi APBN Angkat IHSG ke Zona Hijau - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Aksi beli bersih yang investor asing lakukan telah menopang penguatan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (12/4/2022). Hal ini terjadi salah satunya lantaran sentimen positif dari realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal I-2022.

IHSG ditutup menguat 10,99 poin atau 0,15 persen ke posisi 7.214,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,58 poin atau 0,74 persen ke posisi 1.036,85.

“IHSG bergerak menguat sementara mayoritas bursa regional Asia di akhir perdagangan hari ini melemah,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Sentimen naiknya kasus COVID-19 di China dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun, menjadi pemberat bagi pergerakan pasar hari ini.

Baca juga
Ada Apa dengan Aceh yang Masih Menjadi Zona Merah Covid-19?

Kenaikan imbal hasil obligasi AS tersebut disebabkan kecemasan atas suku bunga yang lebih tinggi sehingga mendorong investor untuk melepas aset yang lebih berisiko.

Sementara di tengah merebaknya kasus COVID-19 di China, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan varian baru corona, bernama BA.4 dan BA.5. WHO mengatakan pelacakan sedang dilakukan untuk menilai apakah mereka lebih menular atau berbahaya, termasuk dampaknya pada kekebalan.

Sementara dari dalam negeri, menguatnya indeks IHSG tampaknya ditopang aksi pembelian asing di pasar modal dan realisasi APBN pada kuartal I 2022.

Kementerian Keuangan mencatat, realisasi belanja negara pada kuartal I 2022 mencapai Rp484,83 triliun atau telah mencapai 18,1 persen.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di zona hijau namun melemah jelang penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih berada di teritori negatif namun menguat jelang penutupan perdagangan bursa saham.

Baca juga
Kurangi Impor LPG yang Beratkan APBN, Dewan Energi Usulkan Ini

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 2,31 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 1,25 persen dan minus 1,07 persen.

Sedangkan tujuh sektor meningkat dimana sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 2,19 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor kesehatan masing-masing 1,07 persen dan 0,4 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp1,51 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp1,11 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.623.942 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,58 miliar lembar saham senilai Rp15,91 triliun. Sebanyak 216 saham naik, 344 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.

Baca juga
Penjabat Presiden Sri Lanka Umumkan Keadaan Darurat

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 486,54 poin atau 1,81 persen ke 26.334,98, Hang Seng naik 110,83 poin atau 0,52 persen ke 21.319,13, dan Straits Times terkoreksi 25,57 poin atau 0,76 persen ke 3.337,99.

Tinggalkan Komentar