Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Aksi Heroik dr Rizky Utama: Berjalan Terobos Longsor Demi Selamatkan Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 Nov 2022 - 05:48 WIB
Pasien Rsud Cimacan (1) - inilah.com
Pasien korban gempa Cianjur di RSUD Cimacan Selasa dini hari (22/11/2022). (Foto Inilah.com/ Agus Priatna)

Cianjur berduka. Ratusan orang mengembuskan nafas terakhirnya dalam bencana gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) siang.

Dokter, tenaga medis, dan relawan terjun dan berjibaku untuk menolong masyarakat Cianjur yang terdampak bencana gempa bumi. Mereka berupaya keras menyembuhkan para korban luka hingga mengebumikan korban wafat.

Dokter Rizky Utama salah satunya. Dengan fisik yang kelelahan dan mata berat menahan kantuk pada Selasa dini hari (22/11/2022) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Cianjur, ia tetap siaga berjaga dan berupaya sekuat tenaga mengoptimalkan tugasnya memberi pertolongan.

Bukan hanya sekadar memberikan rasa pulih bagi masyarakat, dokter yang merupakan putra daerah Cianjur itu pun rela berjalan kaki sepanjang 20 kilometer demi menembus lokasi terisolir akibat longsor di daerah Cugenang, Cianjur.

Sebab, sang dokter tinggal di pusat Kota Cianjur dan bertugas di RSUD Cimacan yang aksesnya terputus akibat longsor. “Saya jalan kaki dari Cianjur (pusat kota berjarak 20 kilometer) buat ke sini (RSUD Cimacan),” ungkap Rizky saat ditemui Inilah.com di lokasi pada Selasa dini hari.

Baca juga
Anies Merajai, Survei CSIS Dinilai Rasional

Baginya, tak ada pilihan lain untuk mencapai lokasi. Ia tetap menerobos jalan yang amblas sepanjang 300 meter dan menembus blokade warga demi bisa menyambangi RSUD Cimacan guna memberi pertolongan dengan segera.

Meski sempat diadang dan dilarang warga untuk melintas, dokter Rizky berlari dengan tetap menjaga kewaspadaan diri agar tak jatuh menjadi korban longsor.

Aksinya itu sempat diteriaki warga agar tak melintas sebab berpotensi membahayakan dirinya. Namun, ia tetap menerobos karena jiwa dan tugasnya sebagai dokter ingin segera bisa memberi pertolongan kepada para korban yang sudah sangat membutuhkan.

“Jalannya kan diblokir warga buat apa ke sana, kan sudah putus (jalannya). Lari saja kan darurat juga buat medis. Sempat diteriaki warga, ya lari saja,” tutur dokter Rizky.

Kini, ia sudah di lokasi rumah sakit untuk bertugas yang sudah dijalankan sejak pagi hari kemarin hingga Selasa dini hari. Saat ditemui Inilah.com, ia sedang berbaring di samping meja pusat informasi yang berada di depan gerbang RSUD Cimacan dengan ditemani dinginnya angin yang bersuhu 17 derajat celsius.

Baca juga
Inilah Kandidat Pemain Muda Berbakat di Piala AFF 2020, Tiga dari Timnas

Dokter Rizky hanya tidur beralaskan tandu tanpa selimut dan beratapkan tenda darurat. Ia sesekali beranjak dari rebahnya untuk melayani siapapun yang butuh pertolongan dan juga informasi.

Dari mulut yang sesekali bergetar, ia menginformasikan bahwa total korban yang ditangani RSUD Cimacan sebanyak 233 orang sesuai data terakhir yang diperbarui pada Senin (21/11/2022) pukul 22.00 WIB.

Dia menyebutkan para korban terbagi menjadi beberapa kategori, yakni luka ringan, luka sedang, luka berat, hingga meninggal. “Korban luka berat sudah dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai fasilitas kesehatannya,” ungkapnya.

Kemudian, korban luka kategori sedang sebanyak 40 orang sedang menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap dan tenda darurat di halaman RSUD Cimacan.

Adapun korban yang menderita luka ringan sebanyak 187 orang. Sedangkan korban meninggal sebanyak tiga orang, salah satu di antaranya belum diketahui identitasnya. “Yang (jenazah) dua lagi nanti pagi dimandikan dan dimakamkan,” jelasnya.

Baca juga
Zulkifli Hasan Akan Berikan Pidato Kebudayaan tentang Islam Tengah

Dalam perbincangan dini hari dengan dr Rizky, ia berharap RSUD Cimacan dapat menjadi titik dan pusat koordinasi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara sistematis dan tepat. Sebab, korban yang berjatuhan perlu ditangani dengan tindakan medis yang cepat dan tepat.

“Semoga semuanya kerja sama dan tidak kurang koordinasi. Maka baiknya itu di sini (RSUD Cimacan) jadi titik koordinasi dari Cianjur, Bandung atau Jakarta yang mau mengirim bala bantuan,” tutur dr Rizky menerangkan.

Tinggalkan Komentar