Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Aktivis 98 Minta Jokowi Copot Menteri Peniup Wacana Penundaan Pemilu

ubed
Ubedilah Badrun usai klarifikasi pelaporan dugaan KKN, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming di Gedung KPK (Foto: Inilah.com/ Agus Priyatna)

Aktivis Nurani 98, Ubedilah Badrun meminta Presiden Jokowi mencopot menteri yang meniupkan wacana penundaan pemilu. Menteri-menteri tersebut diyakini telah bekerja secara tidak profesional bahkan di luar tupoksinya.

Ubedillah menilai, reshuffle sudah urgen. Bahkan menjadi solusi melihat gagalnya pemerintahan menghadirkan pengelolaan negara yang menegakan demokrasi.

“Reshuffle ini sudah urgen dilakukan karena sejumlah menteri kurang profesional,” kata Ubedillah Badrun, Minggu (10/4/2022).

Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini juga membeberkan alasan perlunya pergantian menteri karena negara telah kalah menjawab tantangan ekonomi. Malahan anggota kabinet meniupkan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden.

Menurutnya, jika presiden tidak berani mencopot menteri, sebaiknya kabinet dibubarkan. “Kita kalah menghadapi kejahatan ekonomi dan menteri mendukung gerakan perpanjangan masa jabatan presiden dan menunda pemilu,” tambahnya.

Baca juga
Ditanya Reshuffle, Presiden Jokowi: Belum Terpikir

Nurani 98, lanjut Ubedillah, mendukung aksi mahasiswa yang bakal digelar Senin (11/4/2022). Dia meminta aparat tidak bersikap represif dan intimidatif dalam mengamankan aksi di Istana Negara tersebut.

Ubedilah mengaku dapat memahami aksi mahasiswa yang banyak menuntut penanganan persoalan ekonomi, termasuk meminta Jokowi bersikap tegas menolak penundaan pemilu.

“Bahwa ide itu bukan saja bertentangan dengan konstitusi tapi juga melawan aspirasi reformasi yang telah diperjuangkan dengan susah payah oleh mahasiswa 98. Sebagai kepala negara dan pemerintahan, kewajibannya adalah memastikan tujuan reformasi tercapai,” ujar Jubir Nurani 98 ini. [WIN]

Tinggalkan Komentar