Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Aktivitas 1.668 Warga Jember Lumpuh Total Akibat Banjir Bandang

Senin, 10 Jan 2022 - 09:37 WIB
Penulis : Willi Nafie
Aktivitas 1.668 Warga Jember Lumpuh Total

Aktivitas 1.668 warga lumpuh total akibat banjir bandang Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, sejak Minggu (9/1/2022) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat setidaknya 440 rumah tergenang. Saat ini aktivitas 1.668 warga masih terganggu.

Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo, mengatakan banjir bandang Kabupaten Jember itu menyebabkan permukiman warga di wilayah Kecamatan Kaliwates dan Rambipuji tergenang.

Heru Widagdo merinci banjir berdampak pada 392 rumah. ricianb penghuninya sebanyak  1.496 orang, termasuk 18 balita dan 15 orang lanjut usia, di Kelurahan Kaliwates, Sempursari, dan Mangli di Kecamatan Kaliwates.

Selain Aktivitas 1.668 Warga Terganggu, Fasilitas Umum Juga Terendam Banjir

Menurut Heru banjir bandang juga menyebabkan mushala, tempat usaha, dan jalan perumahan tergenang di Kecamatan Kaliwates. “Serta ada dua warga yang mengungsi ke rumah saudaranya (karena banjir),” katanya.

Di wilayah Kecamatan Rambipuji, ia mengatakan, banjir bandang berdampak pada 48 rumah dengan penghuni sebanyak 172 orang dan dua mushala di Desa Rambipuji dan Desa Rambigundam.

Baca juga
Jember Mencekam, Rumah Warga Kembali Dibakar OTK

Sementara di Kecamatan Panti, ia melanjutkan, banjir bandang menyebabkan dua orang terseret arus sungai. Tepatnya di Desa Kemiri dan satu orang meninggal dunia daan satunya lagi warga Desa Suci.

“Di Kecamatan Panti ada dua orang yang terbawa arus sungai yang cukup deras di Desa Kemiri. Akibat tingginya curah hujan yakni Sirat (50) yang ditemukan meninggal dunia dan istrinya Suliha (47) masih belum ditemukan. Sedangkan satu korban bernama Jamaludin (54), warga Desa Suci, meninggal dalam keadaan kedinginan,” katanya.

Heru mengemukakan bahwa banjir bandang yang terjadi di wilayah-wilayah kecamatan itu terjadi karena hujan lebat. Kondisi itu kemudian menyebabkan air meluap dari Sungai Semangir dan mengenangi rumah warga.

Baca juga
65 KK di Lombok Barat Kesulitan Beraktivitas Terpaksa Mengungsi ke Tempat Aman

“Sungai Semangir tidak bisa menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman warga dengan ketinggian air 100 sampai 130 cm dengan membawa material lumpur,” katanya.

Menurut Heru, Aparat BPBD bersama anggota TNI dan Polri akan membantu membersihkan rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak banjir pada hari ini Senin (10/1/2022) pagi.

“Dapur umum di Kantor Kecamatan Kaliwates untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga yang terdampak banjir bandang,” tutup Heru.

Tinggalkan Komentar