Akuntan Bakal Terganti oleh Teknologi?

Akuntan Bakal Terganti oleh Teknologi?  - inilah.com
Sumber Foto: kagama.co

Teknologi
pada zaman ini semakin berkembang dan semakin maju. Sudah terbukti teknologi semakin
membantu kita dalam banyak hal mulai dari aktivitas sehari-hari hingga pada
tugas-tugas kita.

Semua hal yang kita lakukan selalu berhubungan dan tidak
terpisahkan dengan teknologi. Tidak dipungkiri dengan adanya teknologi
pekerjaan kita semakin efisien dan cepat terselesaikan. Teknologi semakin
mempengaruhi hampir segala aspek kehidupan. Banyak peran manusia yang telah
terganti oleh teknologi, dari hal-hal kecil hingga pekerjaan yang seharusnya
dikerjakan manusia digantikan peran oleh teknologi, hal itu membuat banyak manusia
kehilangan pekerjaan mereka.

Perkembangan
teknologi berpengaruh pada masa depan dunia professional, salah satunya pada
profesi akuntan.


Profesi
akuntansi mencakup bidang akuntansi keuangan, pengauditan, manajemen, akuntansi
publik, perpajakan, serta sistem informasi akuntansi. Benarkah di masa depan
profesi akuntansi ini akan digantikan oleh teknologi dan hanya membutuhkan
sumber daya manusia yang sangat sedikit?

Peran
Teknologi pada bidang Akuntansi

Jika
kita melihat pada saat ini bagaimana teknologi memudahkan pekerjaan akuntan,
yaitu pada awalnya akuntan melakukan pencatatan dan membuat laporan  dengan menggunakan kertas, namun pada saat
ini akuntan hanya perlu memasukkan data kedalam sebuah aplikasi dan akan dikerjakan
otomatis oleh sistem dari aplikasi tersebut.

1.      Dalam
akuntansi keuangan, peran seorang akuntan adalah menyiapkan dan menganalisis
informasi keuangan saat melaporkan kepada pihak luar.
Hal
ini menuntut manusia untuk membuat pertimbangan (judgement) dan
kebijakan (discretionary) dalam proses penyusunan laporan keuangan. Dalam
aspek ini, teknologi tidak dapat menggantikan, sehingga pekerjaan seorang
akuntan tidak dapat serta merta digantikan oleh teknologi informasi.

2.      Pengauditan
dilakukan untuk memastikan laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip
akuntansi dan bisa diterima secara umum. Auditor membuat pertimbangan
(judgement) dan kebijakan(discretionary) dalam proses audit. Seperti akuntansi
keuangan, aspek ini tidak dapat secara otomatis digantikan teknologi.

Baca juga  Ini 5 Aplikasi Penting untuk Belajar Daring

3.      Pada
akuntansi manajemen para akuntan menyusun dan menganalisis informasi keuangan
untuk pelaporan kepada pemangku kepentingan internal. Peran tersebut tidak dapat
digantikan oleh teknologi. Peran akuntan manajemen tak bisa diprediksi karena
menekankan hubungan pribadi berdasarkan dalam strategi untuk persaingan bisnis,
alam strategi untuk persaingan bisnis, sangat dibutuhkan kreativitas dan
inovasi dalam hal tersebut yang tidak dapat digantikan dengan teknologi.

4.      Pada sistem informasi akuntansi,
kemajuan teknologi justru  mendorong kemajuan pelaporan keuangan.
Salah satu kemungkinannya yaitu perubahan peran akuntan profesional pada bidang
system informasi akuntansi

 Teknologi menyerupai manusia

Artificial Intelligence (AI) adalah sebuah teknologi
yang memungkinkan sistem computer, perangkat lunak, program dan robot untuk
berpikir secara cerdas seperti manusia. AI diciptakan oleh manusia sedemikian
rupa untuk menjalankan suatu tugas.

Profesi akuntansi diperkirakan
akan terdisrupsi dengan perkembangan teknologi, terutama dengan teknologi yang
dinamakan dengan Artificial Intelligence (AI). Lalu bagaiamana dengan
nasib akuntan dalam merespon dampak dari kecerdasan buatan ini? Walaupun kecerdasan
buatan ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran akuntan, namun akuntan
perlu terus belajar untuk mengembangkan keterampilan profesionalnya. Terlibat dalam
manajemen dan menjadi akuntan yang cerdas.
 

Peran Artificial
Intelligence
(AI) pada Bidang Akuntansi.

1.     
AI membantu auditor dalam mendeteksi kecurangan dan
membantu audior dalam mengumpulkan data real time terkait pengauditan
sehingga data yang dikumpulkan  akurat
dan tepat waktu.

2.     
Dalam akuntansi keuangan AI dapat membantu akuntan perusahaan
dalam membuat laporan keuangan tahunan dengan otomatis, dapat membantu
mengakses informasi keuangan yang dibutuhkan keuangan dalam membuat suatu
keputusan.

Baca juga  Review realme C25Y: Ponsel Entry Level Terbaik untuk Aktivitas yang Energik

3.     
Dalam internal audit, AI mampu memonitoring dan
menandai jika adanya perbedaan secara real time,  mampu menganalisis masalah dan menggeser peran
audit hanya untuk membantu dalam memberi solusi bukan menjadi pengidentifikasi
masalah.

Lalu bagaimana dengan Nasib
akuntan?

Apakah profesi akuntan akan
tenggelam digantikan peran oleh teknologi? Jawabannya adalah Ya dan Tidak.
Mengapa? Karena sebenarnya yang terjadi adalah peran akuntansi hanya bergeser
tetapi tidak dapat terganti total oleh teknologi.

Lalu apa yang harus dilakukan
oleh akuntan supaya tetap dapat bertahan pada masa perkembangan teknologi ini? Akuntan
perlu mempelajari keterampilan dan kemampuan baru untuk mempertahankan
profesinya di era perkembangan digital ini.

Kita harus belajar dari tren
perubahan ini, perubahan kebutuhan akan tenaga kerja akuntan profesional pada
bidang akuntansi manajemen, auditing, akuntansi keuangan, akuntansi publik dan
sistem informasi publik yang bersifat repetisi, dapat diprediksi, mekanistik,
dan tidak rumit telah dan akan digantikan oleh teknologi yaitu mesin, robot,
maupun komputer. Namun perkembangan standart akuntansi ( IFRS) berbasis prinsip
membuka ruang pada manusia dengan luas, begitu pula dalam pengauditan. Robot,
mesin atau computer yang telah menggunakan Artificial Intelligence (AI)  tidak akan mampu melakukan pekerjaan sebaik
akuntan professional. Karena dalam kemajuan persaingan bisnis, menuntut akuntan
manajemen untuk berkreasi dan berinovasi dan membuat keputusan dalam mengambil
strategi. Hal tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi. Pekerjaaan
akuntan akan bergeser pada hal-hal yang melekat dengan judgement dan
discretionary. Maka dari itu profesi akuntan harus meningkatkan keahlian dan
keterampilan.
 

Cara Akuntan untuk tetap Eksis di Era teknologi

Untuk dapat bertahan sebagai
akuntan pada perkembangan disrupsi teknologi, beberapa keterampilan yang harus
dikembangkan dan dimiliki yaitu:

1.     
Analisis data, akuntan harus bisa
mengubah data yang kompleks sehingga siapa saja yang perlu mengetahuinya dapat
dengan mudah memahaminya.

Baca juga  KTT G20, Jokowi Serukan Penguatan Arsitektur Kesehatan Global

2.     
Sistem Informasi, akuntan harus menguasai
hal -hal yang terkait dengan teknologi komputer

3.     
Komunikasi, kemampuan komunikasi adalah
kunci keberhasilan suatu bisnis, itu mengapa seorang akuntan harus memilikinya
suapaya dapat menyampaikan informasi dengan baik dan dapat di mengerti oleh
orang yang memiliki kepentingan.

4.     
Kritis, dalam memecahkan masalah kita harus
memiliki rasa ingin tahu dan juga keberanian dalam mengeksplorr hal yang baru
sehingga lebih cepat dalam mendapat solusi

5.     
Kreatif, akuntan harus memiliki jiwa kreatif,
dapat dengan cepat mengidentifikasi peluang, memikirkan solusi, dan mengurangi
resiko.

6.     
Jiwa entrepreneur, keterampilan berbisnis tidak
hanya dimiliki oleh pengusaha, akuntan perlu menguasainya supaya dapat memahami
tujuan, arah serta memberi masukan kepada pihak yang berkepentingan. Akuntan
pun bisa dengan mudah mengambil keputusan berdasar pengalaman interaksi dengan
karyawan.

Kemajuan
teknologi memang tantangan bagi akuntan, untuk itu akuntan harus sadar dalam melihat
kesempatan yang ada dan tidak boleh punah akibat ketidakmampuan dalam
beradaptasi oleh karena perubahan. Perubahan ini memang tidak dapat dihindar,
maka dari itu diperlukan strategi untuk mempertahankan eksistensi dan sikap
terhadap perubahan tersebut, supaya kita tidak tenggelam melainkan ikut maju
dalam mengikuti perkembangan zaman. Pada sektor akuntansi, tantangan yang
datang seiring dengan perkembangan teknologi tidak dapat dibiarkan begitu saja,
namun harus dipelajari dengan baik, supaya dapat menentukan sikap dalam
mengatasinya.

Tinggalkan Komentar