Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Al Rihla, Bola Piala Dunia di-Charge Layaknya Handphone

Jumat, 02 Des 2022 - 11:27 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Al Rihla, Bola Piala Dunia di-Charge Layaknya Handphone
Bola-bola Al Rihla di-Charge dipinggir lapangan sebelum digunakan (Twitter/@AfricaSoccer_zn)

Jika umumnya bola untuk pertandingan dipompa atau diisi angin sebelum digunakan, khusus untuk bola Piala Dunia Qatar 2022, bola Al Rihla ini di-charge layaknya handphone.

Sejumlah foto beredar di media sosial saat Al Rihla sedang dicas dipinggir lapangan.

Tampak colokan listrik berwarna putih berjejer rapi dirumput hijau. Disebelahnya, tampak empat bola Al Rihla yang masih terbungkus plastik, tengah mengisi daya. Kabel-kabel yang terhubung ke dalam bola, berujung ke deretan colokan listrik yang tersedia.

Sebelum piala dunia digelar, bola buatan Adidas ini memang diperkenalkan sebagai ‘bola pintar’ yang berisi chip di dalamnya.

Baca juga
Lionel Messi Vs Kylian Mbappe, Berebut Sepatu Emas di Laga Pamungkas

Bola ini telah dilengkapi dengan sensor gerak 500Hz yang benar-benar mengubah permainan di lapangan dan membantu wasit.

Al Rihla, Bola Piala Dunia di-Charge Layaknya Handphone
Al Rihla sedang diisi Daya

Bola ini bisa memberikan informasi lokasi, dampak, dan pergerakan setiap tendangan dan sundulan di lapangan. Bahkan kecepatan tangkapan sampai 500 frame per detik.

Sensor juga sangat penting dalam penerapan panggilan offside semi-otomatis. Ini lah yang menyebabkan banyak gol yang dibatalkan.

Baterai dalam bola itu berbobot 14 gram ini mampu bertahan selama enam jam pemakaian sehingga perlu diisi ulang secara berkala.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (30/11/2022), Sensor Al Rihla sendiri dikembangkan dan diproduksi oleh KINEXON. Sensor ini bertujuan melacak bola secara real-time dengan memposisikan kamera di sekitar lapangan. Bukan hanya itu, sensor juga akan membantu wasit menentukan gol, offside, maupun kondisi lain yang masih diragukan saat berada di lapangan.

Baca juga
Kim Jong Un Larang Warganya Tonton Pertandingan 3 Negara Ini, Alasannya Dendam

Salah satu pendiri dan direktur pengelola KINEXON, Maximillian Schmidt mengeklaim, setiap kali bola terkena benturan, sistem akan mengambilnya dengan kecepatan 500 frame per detik. Data tersebut kemudian dikirim secara real time dari sensor ke local positioning system (LPS). Adapun pengiriman data, turut melibatkan antena jaringan yang dipasang di sekitar lapangan. Di sisi lain, saat bola melambung keluar batas selama pertandingan dan harus menggunakan bola baru sebagai pengganti, sistem KINEXON secara otomatis beralih ke input data bola baru tanpa perlu campur tangan manusia.

Tinggalkan Komentar