Selasa, 29 November 2022
05 Jumadil Awwal 1444

Alasan BBM Naik, DPR: Katanya APBN Akan Jebol, Waskita kok Dapat PMN

Senin, 12 Sep 2022 - 18:17 WIB
(Foto: Istimewa)

Alasan Presiden Jokowi bahwa anggaran seret sehingga harus menaikkan BBM ketimbang menambah porsi subsidi BBM, cukup aneh. Giliran suntik modal BUMN melalui Penyertaan Modal negara PMN), ada duitnya.

Anggota Komisi XI DPR asal Partai Gerindra, Kamrussamad mengkritisi program PMN untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk, senilai Rp3 triliun. “Kita minta Waskita tidak selalu bergantung kepada Penyertaan Modal Negara. Kalau selalu seperti itu, APBN terbebani,” ungkap Kamrussamad, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Selanjutnya dia mengingatkan Waskita agar jangan setiap ada krisis keuangan, solusinya PMN. Seharusnya, direksi BUMN kreatif dalam mencari solusi pendanaan.

“Alasan utama pengajuan PMN Waskita ini adalah ingin menuntaskan proyek jalan tol di Palembang Betung serta Ciawi Sukabumi. Padahal, problem mendasar dari Waskita ini adalah krsisis neraca keuangan di tubuh Waskita. Masing-masing BUMN Karya harus mampu kembali menyehatkan neracanya sendiri,” ungkapnya.

Baca juga
Agar Investasi Farmasi Tancap Gas, Menko Luhut Janjikan Pajak Gratis

Kata Kamrussamad, mindset direksi Waskita jangan manja. Jangan sampai sedikit-sedikit PMN menjadi solusi dari setiap krisis keuangan di perusahaan pelat merah, khususnya Waskita Karya. “Kalau setiap krisis keuangan solusinya adalah PMN, ini akan sangat membebani APBN. Apalagi saat ini katanya APBN lagi jebol. Kok Waskita dapet PMN,” ungkapnya.

Dikatakan, BUMN harus kreatif, GCG-nya perlu segera dibenahi. Optimalkan strategic partnership, atau transformasi bisnis yang bertumpu pada kompetensi inti Waskita sebagai kontraktor. “Suntikan PMN kepada BUMN secara umum memang bisa membantu menyelesaikan proyek infrastruktur. Tapi, pemberian PMN tiap tahun menjadi kurang tepat,” tuturnya.

Baca juga
Fraksi PAN Kantongi Nama Calon Ketua Komisi VIII Pengganti Yandri Susanto

Pada 2021, menurut Kamrussamad, situasinya tak berbeda jauh dengan tahun ini. Di mana, PMN sudah digelontorkan Rp7,9 triliun. Sayangnya, dana PMN itu lebih banyak digunakan untuk operasional sebesar 64 persen, modal kerja hanya 15 persen.

“Kita tidak mau nanti, ketika PMN yang diajukan diberikan yakni Rp3 triliun, digunakan kembali untuk operasional perusahaan kembali. Ini harus ada komitmen tegas dari direksi Waskita,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar