Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Aliansi Masyarakat Minta Kapolri Berantas Mafia di Tubuh Polri

Selasa, 16 Agu 2022 - 16:16 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Fadly Zikry
aksi dukung kapolri mafia polri - inilah.com
Aksi Aliansi Masyarakat Cinta Polri di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022) - (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Massa aksi yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Masyarakat Cinta Polri menabur 1.000 bunga mawar merah dan mawar putih di depan Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menumpas benalu yang terdapat di dalam tubuh instansi Polri sejak kasus kematian Brigadir J.

“Seribu bunga sebenarnya kami letakkan sebagai bentuk dukungan kami, memberi dukungan kepada instansi kepolisian terkhusus kepada bapak Kapolri dalam hal bisa menangani perkara (Brigadir J) karena ini kan menyangkut nama baik institusi Polri sendiri,” kata salah seorang kordinator aksi dari Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia, Faisal Mahtelu.

Benang kusut perkara kematian Brigdir J di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, menurut Faisal, sudah mulai terurai. Klaim tersebut muncul sejak Kapolri Listyo memberikan atensi penuh dalam menghadapi persoalan tersebut.

Baca juga
Kasus Ferdy Sambo, Pemerintah Disarankan Bentuk Omnibus Law Penegak Hukum

“Kami lihat pengusutan kasus ini sudah ada titik terang, sejak Kapolri turun tangan. Kami berharap tidak ada oknum-oknum Polri melenceng dari wewenangnya sebagai penegak hukum,” tegas Faisal.

Selama orasi berlangsung, massa aksi konsisten meminta Kapolri Listyo untuk menindak anggota yang melanggar peraturan di instusi Polri. Terkhusus pada pengusutan kasus kematian Brigadir J yang menyerat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

“Kami warga Indonesia terus mendukung tindakan-tindakan hukum yang adil tanpa memandang jabatan apapun, siapapun dia mau jendral bintang satu atau jendral bintang dua, selama melanggar hukum dia patut ditindak secara adil,” teriak orator bernama Andreas dari atas mobil komando.

Tinggalkan Komentar