Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Amnesty International Sebut Militer Ukraina Sengaja Bahayakan Warga Sipil

Senin, 08 Agu 2022 - 15:43 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Ukraina Rusia militer - inilah.com
(Foto: dok istimewa)

Amnesty International melaporkan pasukan Ukraina melanggar hukum internasional terkait perang. Pasukan Ukraina disebut mengekspos warga sipil dengan mendirikan markas di permukiman penduduk.

Mengutip AFP, Senin (8/8/2022), laporan Amnesty International menyebutkan, pasukan Ukraina telah membuat warga sipil terancam bahaya di 19 kota dan desa di wilayah Kharkiv, Donbas dan Mykolaiv.

Mereka menemukan bahwa pasukan Ukraina bermarkas di sebelah tempat tinggal warga sehingga berpotensi menempatkan warga sipil pada ancaman serangan Rusia.

“Kami membuat penilaian ini berdasarkan aturan hukum humaniter internasional, yang mengharuskan semua pihak yang berkonflik untuk menghindari penempatan, sejauh mungkin, tujuan militer di dalam atau di dekat daerah berpenduduk padat,” demikian pernyataan Amnesty International pada Ahad (7/8/2022) kemarin.

Baca juga
Harga Minyak Tergerus lagi setelah Rusia Penuhi Kewajiban Kontrak Pasokan

Amnesty International juga menemukan militer berada di permukiman penduduk, termasuk sekolah dan rumah sakit dan serangan diluncurkan dari area dengan populasi warga sipil

“Praktik militer Ukraina dalam menemukan sasaran militer di dalam wilayah berpenduduk sama sekali tidak membenarkan serangan Rusia yang membabi buta. Semua pihak dalam konflik harus setiap saat membedakan antara tujuan militer dan objek sipil dan mengambil semua tindakan pencegahan yang layak, termasuk dalam pemilihan senjata, untuk meminimalkan kerugian sipil. Serangan tanpa pandang bulu yang membunuh atau melukai warga sipil atau merusak objek sipil adalah kejahatan perang,” terang Amnesty International.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu, 16 Februari 2022

Amnesty International menyadari bahwa laporannya memicu kemarahan di Ukraina.

“Kami sepenuhnya mendukung temuan kami. Namun, apa yang kami dokumentasikan terkait apa yang dilakukan pasukan Ukraina membenarkan pelanggaran Rusia,” lanjut Amnesty International.

Sejak Rusia menginvasi pada bulan Februari, Amnesty mengatakan telah mewawancarai ratusan korban Ukraina yang menceritakan realitas brutal perang agresi Rusia.

“Kami telah menantang dunia untuk menunjukkan solidaritasnya terhadap Ukraina melalui tindakan nyata, dan kami akan terus melakukannya,” sebut Amnesty.

Temuan ini bahkan membuat Kepala kantor Amnesty Ukraina mengundurkan diri sebagai bentuk protes.

Tinggalkan Komentar