Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Analisa Intelijen, Kasus Ferdy Sambo Belum ‘Mengalir Sampai Jauh’

Minggu, 11 Sep 2022 - 15:36 WIB
03684de2 B84e 4ca1 A27e 76a5b1269667 - inilah.com
Eks Kabais TNI Soleman B. Ponto. Foto: Istimewa

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Soleman B Ponto menilai pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo belum ‘mengalir sampai jauh’. Maksudnya, selain belum memanfaatkan kasus Ferdy Sambo momentum bersih-bersih internal, Timsus Polri masih gagap melakukan pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J yang terjadi lebih dari dua bulan lalu itu.

Ponto mendasari analisanya melihat ekses yang muncul mengiringi penanganan perkara pembunuhan oleh Timsus Polri. Salah satunya geger Konsorsium 303 yang mengindikasikan adanya mafia di tubuh Polri, sekaligus ketidakjelasan pembubaran Satgassus Merah Putih. Di sisi lain, penanganan perkara pidana pembunuhan Brigadir J, secara pidana masih mengundang perdebatan.

Baca juga
Komnas HAM Periksa 20 Video Rekaman CCTV Terkait Kematian Brigadir J

“Kalau ditinjau dari rasa keadilan masyarakat, kasus Sambo ini belum on the track,” kata Ponto kepada Inilah.com, di Jakarta, Minggu (11/9/2022).

Indikasi sederhananya, kata Ponto, isu pelecehan seksual yang disebut dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Isu ini terus dipertahankan sejak kasus ini mencuat pertama kali, namun tempus delicti berbeda, awalnya disebut terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jakarta, kini terjadi di Magelang.

“Padahal Kapolri sendiri bilang bahwa tidak ada pelcehan seksual,” tambah Ponto.

Perlakuan istimewa terhadap Putri, kata Ponto, menambah kuatnya dugaan masih tidak solidnya internal Polri menangani perkara Brigadir J. Apabila urusan pidananya penyidik masih gagap atau rikuh dalam menanganinya maka dapat disimpulkan Polri belum mampu menangani ekses yang timbul dari kasus tersebut. Termasuk ketidakmampuan merebut kepercayaan masyarakat.

Baca juga
Jaksa: Tutupi Pembunuhan Brigadir J, CCTV Kompleks Polri 224 Kali Diotak-atik

Dia mengajak publik untuk mengingat terkuaknya kasus pembunuhan Brigadir J diawali dengan adanya rekayasa fakta. Polri seolah mengajak masyarakat untuk mempercayai proses yang tidak dibuka untuk umum. Ekses yang muncul tentunya sudah dapat dipetakan oleh Polri, namun untuk menanganinya dibutuhkan soliditas internal.

 

Tinggalkan Komentar