Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

Ancam Brigadir J, Daden Miftahul Disebut sebagai Skuad Lama di Rumah Sambo

Selasa, 01 Nov 2022 - 23:30 WIB
0809 060501 A10c Inilah.com  - inilah.com
Sejumlah personel Brimob berjaga saat Timsus Polri menggeledah rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Foto: (Inilah.com/Didik Setiawan).

Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut skuad lama yang mengancam Brigadir J ialah Daden Miftahul Haq.

“Yang kami tahu, squad lama Daden. Ternyata, Daden mengetahui pembunuhan itu,” kata Kamarudin usai bersaksi dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jaksel, Selasa (1/11/2022).

Kamaruddin menjelaskan, hal itu diketahuinya ketika adik Brigadir J, Mahareza Rizky Hutabarat tiba di rumah Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Jakarta Selatan (Jaksel). Menurut dia, Mahareza datang untuk untuk memenuhi undangan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Atas dasar itu, Kamaruddin kemudian menilai Daden dan ajudan Ferdy Sambo lainnya saat itu yakni Adzan Romer mengetahui pembunuhan Brigadir J.

Baca juga
Ferdy Sambo dan Istri Siap Diadili Besok

“Artinya, Daden dan Romer mengetahui pembunuhan itu atau rencana pembunuhan itu. Artinya, kalau Reza (Mahareza Rizky) sebagai anggota Polri benar-benar memahami sumpah Polri Sapta Narga atau apa pun itu harusnya dia langsung melapor ke Kapolri diam-diam, ini pembunuhan terencana,” tutur Kamaruddin.

Harus Dipecat

Untuk itu, Kamaruddin meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memecat Daden dari anggota Polri. Jika tidak, dia mengaku akan menggugat Daden.

“Dia harus tersangka. Tersangka menutupi kejahatan atau mengetahui kejahatan tapi membiarkan kejahatan, namanya delik omisi. Delik omisi itu mengetahui tindak pidana tapi dia mendiamkan saja kejahatan itu,” ujar Kamaruddin.

Baca juga
Berbaju Tahanan dengan Tangan Diikat, Ferdy Sambo Peragakan Detik-detik Pembunuhan Brigadir J

Diketahui, Mahareza sempat datang ke rumah Jalan Saguling pada hari Brigadir J dibunuh yaitu Jumat (8/7/2022). Ia menyambangi rumah itu dalam perjalanan menuju Biro Provos atas permintaan Daden. Saat tiba di rumah Saguling, Mahareza sempat digeledah. Sebab, Daden ingin mengetahui apakah Mahareza membawa senjata. Setelah memastikan tidak membawa senjata, Daden kemudian meminta Mahareza untuk segera mendatangi Biro Provos.

Sementara soal ancaman, kekasih Brigadir J, Vera Maretha Simanjuntak mengatakan, Brigadir J mendapatkan ancaman dari orang yang disebut sebagai skuad lama.

Kepada Vera, Brigadir J mengaku dituduh membuat Putri Candrawathi sakit. Kemudian ada yang mengancamnya yaitu skuad-skuad juga bekerja dengan keluarga Ferdy Sambo.

Baca juga
Perpol Buka Celah Ferdy Sambo Kembali Jadi Anggota Polri

“Dia bilang ‘aku diancam’.’Diancam gimana?’ ‘Berani ke atas kubunuh kau’ dia bilang. ‘Siapa yang ancam?’ ‘Skuad-skuad di sini’ kata dia,” tutur Vera mengungkapkan percakapannya dengan Brigadir J.

Tinggalkan Komentar