Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Ancam Penggal Kepala Penghina Nabi Muhammad, Pemuda India Ditangkap

Senin, 13 Jun 2022 - 13:10 WIB
Penghina Nabi
Mahasiswa Universitas Jamia Millia Islamia meneriakkan slogan-slogan menentang juru bicara partai Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma dan pemimpin BJP Naveen Jindal dan menuntut penangkapan mereka atas komentar terhadap Nabi Muhammad, di kampus Jamia Millia Islamia di New Delhi, India, Jumat (10/6/2022). (ist)

Polisi menangkap seorang pemuda di wilayah Kashmir, India, karena mengunggah video berisi ancaman untuk memenggal mantan juru bicara partai BJP yang telah membuat komentar menghina tentang Nabi Muhammad.

Video yang beredar di YouTube itu telah ditarik oleh pihak berwenang, kata pejabat pada Minggu (12/6/2022).

Langkah itu diambil sebagai salah satu upaya meredam kerusuhan yang meluas di negara itu.

Warga Muslim telah turun ke jalan-jalan untuk memprotes komentar anti Islam oleh dua anggota Bharatiya Janata Party (BJP), partai Hindu nasionalis pendukung Perdana Menteri Narendra Modi.

Awal bulan ini, BJP menonaktifkan juru bicara Nupur Sharma dan memecat petinggi partai lainnya, Naveen Kumar Jindal, atas komentar kontroversial mereka tentang kehidupan pribadi Nabi Muhammad.

Baca juga
Diprediksi Capai 1 Juta Kasus, India Dihantui Badai Omicron

Polisi telah mengajukan tuntutan kepada dua mantan petinggi BJP itu.

Komentar kedua orang itu juga telah mengundang kemarahan sejumlah negara Muslim, menciptakan tantangan diplomatik sangat besar bagi pemerintahan Modi.

Negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Iran –mitra-mitra dagang utama India– telah menyampaikan protes lewat perwakilan diplomatik mereka dan menggunakan media sosial untuk menuntut permintaan maaf dari pemerintah India.

Kementerian luar negeri India mengatakan pekan lalu bahwa cuitan dan komentar di media sosial tidak mencerminkan pandangan pemerintah.

Bentrokan yang dipicu oleh komentar penghinaan itu marak terjadi di seluruh India.

Baca juga
13 Orang Tewas Jatuh ke Sumur saat Hadiri Pesta Pernikahan

Sejumlah kalangan di komunitas Muslim minoritas memandang komentar itu sebagai contoh terbaru dari tekanan dan penghinaan pemerintah BJP dalam berbagai isu, mulai dari kebebasan beribadah hingga pemakaian hijab.

Dua remaja tewas ketika para pemrotes bentrok dengan polisi di kota Ranchi pekan lalu.

Kerusuhan sporadis di negara bagian Uttar Pradesh memaksa polisi untuk menangkap lebih dari 300 orang.

Di negara bagian Bengal Barat, pihak berwenang menggunakan undang-undang darurat untuk melarang orang berkumpul di ruang publik di distrik industri Howrah sampai 16 Juni.

Sedikitnya 70 orang ditangkap atas tuduhan terlibat kerusuhan dan mengganggu ketertiban umum. Layanan internet dimatikan selama lebih dari 48 jam setelah terjadi kekerasan di tengah masyarakat.

Baca juga
Islamofobia Parah di India, Jadi Alat Politik Penguasa

Pemimpin BJP telah mengeluarkan perintah kepada beberapa anggota senior untuk ‘sangat berhati-hati’ saat berbicara tentang agama di ruang publik dan pemerintah terus memperketat keamanan publik.

Tinggalkan Komentar