Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Ancaman Virus Hendra di Tengah Kebijakan Lepas Masker di Luar Ruangan

Selasa, 17 Mei 2022 - 17:40 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Virus Hendra - inilah.com
Penumpang Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jum’at (13/5/2022). Foto: Inilah.com/Didik Setiawan.

Ancaman pandemi COVID-19 dan hepatitis akut masih melanda dunia. Kini, ada lagi virus baru yang mengancam, yakni virus Hendra.

Infeksi virus Hendra (HeV) adalah zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan ke manusia dari hewan yang sebelumnya sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016., yang jarang muncul dan menyebabkan penyakit parah dan seringkali fatal pada kuda dan manusia yang terinfeksi.

Peneliti dari Griffith University, Australia, menemukan varian virus Hendra (HeV) baru yang bisa menular ke hewan dan manusia. Penyakit ini sebelumnya sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Disease ini mendeteksi virus dalam urine kelelawar yang ditemukan di Australia bagian tengah dan utara.

Baca juga
Dokter Reisa, Sudah Vaksin Jangan Abai Prokes

Apa Itu Infeksi Virus Hendra?

Berdasarkan situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat HeV merupakan zoonosis atau penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini bisa menyebabkan gejala parah, serta sering kali fatal pada kuda dan manusia yang terinfeksi.

Group,of,grey,headed,flying,foxes,hanging,in,the,trees - inilah.com

Kelelawar buah dari famili Pteropodidae telah dideteksi sebagai inang virus.

HeV pertama kali ditemukan di Brisbane, Australia pada tahun 1994. Wabah tersebut menyerang 21 kuda dan dua manusia.

Setelahnya, pada Juli 2016, 53 insiden penyakit yang melibatkan lebih dari 70 kuda dilaporkan. Semua insiden terjadi di pantai timur laut Australia. Sebanyak tujuh pasien manusia tertular virus dari kuda yang terinfeksi melalui kontak dekat.

Gejala Infeksi Virus Hendra

Ilustrasi perempuan flu dan bekerjaIlustrasi. Gejala infeksi virus Hendra pada manusia menimbulkan gejala seperti flu.

Baca juga
Ciptakan Destinasi Bebas Covid-19, Sentra Vaksin di Tempat Wisata jadi Incaran

Infeksi virus Hendra pada manusia bisa menimbulkan sejumlah gejala. Mulai dari penyakit ringan seperti influenza hingga penyakit pernapasan atau saraf yang fatal.

Namun, kasus pada manusia ditemukan jarang terjadi. Kasus pada manusia terjadi saat ada kontak erat dengan hewan yang terinfeksi.

Pengobatan

Hingga saat ini tak ada pengobatan khusus untuk kasus penyakit ini pada manusia. Hingga saat ini, sejumlah ilmuwan masih meneliti efektivitas penggunaan antibodi monoklonal untuk mengatasi penyakit.

Berdasarkan situs Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, baru Ribavarin yang sejauh ini terbukti efektif melawan virus in vitro.

Cara Pencegahan

Penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari hewan yang terinfeksi dan menggunakan alat pelindung diri jika Anda diharuskan kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi.

Baca juga
Dukung Langkah Pemerintah Menuju Endemi, Biznet Buka Vaksinasi Booster 3.000 Dosis di Senayan City

Sementara pada hewan, ada vaksin Hendra untuk hewan yang telah terdaftar. Vaksinasi diakui sebagai cara efektif untuk menurunkan risiko infeksi pada kuda dan mencegah kemungkinan terjadinya penularan pada manusia.

Meski demikian, Anda tak perlu khawatir, infeksi virus Hendra diklaim jarang terjadi pada manusia

Tinggalkan Komentar