Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Anda Pegang Saham MYOR? Terus Kempit Saja Ya..!

Kamis, 30 Des 2021 - 12:38 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Whatsapp Image 2021 12 29 At 12.08.20 - inilah.com
Tampilan platform trading Indopremier Sekuritas. Foto: Inilah.com/Munjin

Analis kurang merekomendasikan positif saham PT Mayora Indah Tbk yang berkode MYOR. Meski emiten menyediakan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp1 triliun pada 2022, belum pulihnya pasar ekspor menjadi hambatan. Rekomendasi hold dengan target harga Rp2.400 untuk saham sektor konsumen ini.

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (30/12/2021), saham MYOR ditutup menguat 10 poin (0,5%) ke posisi Rp2.100. Harga tertingginya di Rp2.120 dan terendah Rp2.090 dari posisi pembukaan di angka positif Rp2.100. Jumlah lot yang ditransaksikan sebanyak 5.822 senilai Rp1,2 miliar. Harga rata-rata di Rp2.094.

Rendy Wijaya, Consumer Analyst Panin Sekuritas mengatakan, MYOR telah menyediakan alokasi belanja modal (capex) senilai Rp1 triliun untuk 2022. “Hanya saja, peruntukannya mereka belum menyebutkan secara detil. Yang pasti akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru dan juga untuk maintenance capex,” kata Rendy dalam Morning Breafing dikutip INILAHCOM, Kamis (30/12.2021).

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 10 Juni 2022

Dari sisi besaran capex-nya, lanjut dia, angka tersebut tidak terlalu berbeda jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Pada saat yang sama, inovasi MYOR untuk 2022 belum ada yang terlalu berbeda dibandingkan 2021 ini,” timpal dia.

Menurut Rendy, pihak manajemen juga menyatakan bahwa MYOR masih akan fokus untuk meningkatkan variasi dari produk mereka.

MYOR memang berekspektasi dari sisi pasar ekspor yang ditengarai akan pulih pada 2022. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan Covid-19 akhir-akhir ini, sebenarnya negara-negara tujuan ekspor Indonesia kondisinya masih lebih buruk dibandingkan dengan situasi di Tanah Air.

“Karena itu, ekspor MYOR pun kita ekspektasikan akan lebih sulit untuk pulih,” ungkap Rendy.

Baca juga
Sepanjang September BPS Catat Impor Melejit 74%, Lagi-lagi China yang Untung

Selain itu, menurut dia, yang paling terasa adalah tekanan dari inflasi karena kenaikan harga komoditas. Pada saat yang sama, biaya bahan baku (row material) MYOR juga tinggi sehingga margin perseroan juga tertekan.

“Kondisi tersebut terjadi di tengah pasar ekspor yang tidak terlalu bagus,” tuturnya.

Dengan demikian, untuk saham MYOR, dia tidak begitu merekomendasikan. “Pandangan kita tidak terlalu positif untuk saham MYOR. Kita masih mempertahankan rekomendasi hold untuk MYOR dengan target harga di Rp2.400 per unit saham,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar