Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Anggaran Jumbo Tidak Jamin Kualitas Pelaksanaan Pemilu

Jumat, 27 Mei 2022 - 13:57 WIB
Antarafoto Simulasi Pemungutan Dan Penghitngan Suara Pemilu Kpu 220322 Rn 4 - inilah.com
Pelaksanaan Pemilu 2024 yang menelan biaya jumbo tidak menjamin adanya perbaikan kualitas. Foto: Ilustrasi/Antara

Anggaran jumbo pelaksanaan Pemilu 2024 dengan total Rp110,4 triliun tidak menjamin perbaikan kualitas. Apalagi dalam pelaksanaannya KPU tetap mempertahankan kotak suara berbahan kardus, yang mengundang pertanyaan akuntabilitas pemilu.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyebutkan, rekayasa dan manipulasi hasil pemilu masih menjadi tantangan yang harus dijawab penyelenggara pemilu. Tingginya anggaran pemilu yang dialokasikan bahkan menjadi pertanyaan apakah pemilu digelar untuk kepentingan rakyat atau elite politik.

“Harusnya diefisienkan anggaran, sebab masih ada pesimisme masyarakat. Public distrust juga ada dan muncul kecurigaan penyimpangan di lapangan,” kata Trubus, di Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Anggaran Rp110,4 triliun dialokasikan untuk KPU sebesar Rp76,6 triliun dan untuk Bawaslu sebesar Rp33,8 triliun. KPU memastikan 82,71% atau sebesar Rp63,405 triliun dialokasikan untuk kegiatan tahapan pemilu mencakup pelaksanaan tahapan pemilu, honor badan adhoc, logistik pemilu, serta untuk sosialisasi dan pendidikan politik pemilih.

Baca juga
Anies Belum Pikirkan Pemilu 2024, Masih Fokus Tuntaskan Janji

Sedangkan sebesar 17,29% anggaran atau Rp13,250 triliun akan dimanfaatkan untuk pembangunan meliputi renovasi atau rehabilitasi kantor maupun gudang dan kendaraan operasional untuk 549 satuan kerja atau satker. Total pencairan seluruh anggaran mencakup pelaksanaan pilpres putaran kedua, dilakukan bertahap.

Menyikapi hal itu, Trubus menyebutkan, anggaran jumbo yang disiapkan tidak dibarengi dengan pemahaman atas perbaikan kualitas pemilu sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat. Dengan kondisi perekonomian yang belum membaik maka sikap skeptis masyarakat terhadap kebijakan pemilu semakin meruncing.

“Jangan-jangan banyak diduga untuk penyimpangan dan objek bancakan oknum saja,” tuturnya. [WIN]

 

 

Tinggalkan Komentar