Selasa, 05 Juli 2022
06 Dzul Hijjah 1443

Anggota Brimob yang Tewas Dianiaya, Anak Eks Pesepakbola Timnas

Minggu, 19 Jun 2022 - 20:29 WIB
diego rumaropen
Bripda Diego Rumaropen

Seorang anggota Brimob bernama Bripda Diego Fernando Rumaropen tewas dianiaya orang tak dikenal di Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Sabtu (18/6/2022) kemarin.

Berpulangnya Diego meninggalkan luka mendalam bagi pihak keluarga serta jajaran Satuan Brimob Polri. Gogo, sapaan akrabnya, adalah putra pertama dari pasangan suami istri Edison Pieter Rumaropen dan ibunya yakni Zuzan Elisabeth Merani.

Pieter Rumaropen merupakan mantan pesepakbola asal tanah Papua dan sempat berlaga di kejuaraan SEA Games 2005 lalu ketika masih tergabung dalam skuad Timnas Indonesia U-23.

Pemain andalan di klub Persiwa Wamena pada 2002-2013 yang bernomor punggung 10 ini berposisi sebagai penyerang. Ia juga sempat masuk di jajaran Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2011.

Baca juga
Timnas Indonesia Membangun Asa Emas di SEA Games 2021

Namun pada 2013, Rumaropen mendapat sanksi tidak diperbolehkan bermain di kejuaraan bergengsi dari PSSI lantaran kasus penyerangan terhadap wasit.

Sementara itu terkait pembunuhan terhadap Gogo, pihak kepolisian hingga kini masih terus menyelidiki dan memburu pelaku dengan mengerahkan puluhan personel Polda Papua ke Kabupaten Jayawijaya.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan pihaknya saat ini sudah mengantongi identitas pelaku dan mencari keberadaan pelaku dengan menerjunkan personel tambahan sebanyak 32 anggota ke Kabupaten Jayawijaya.

“Untuk identitas dari kelompok OTK yang menjadi pelaku penyerangan akan disampaikan,” katanya.

Menurutnya, pelaku merampas dua pucuk senpi milik anggota yang ketika itu sudah tidak berdaya setelah dianiaya orang tak dikenal di wilayah Napua, Kabupatan Jayawijaya, Papua pada Sabtu (18/6/2022) pukul 17.00 WIT.

Baca juga
Menpora Diklaim Sukses Bawa Basket Raih Emas, Sepak Bola 31 Tahun Nggak Pernah Juara

Senpi yang dirampas yakni jenis senpi bahu AK 101 dan senpi bahu Sniper Styer SSG08.

Peristiwa ini terjadi ketika korban tengah mendampingi Danki Brimob Yon D Wamena berinisial R berpangkat AKP menembak sapi di Napua. Setelah menembak sapi, AKP R mengambil sapi yang ditembaknya dan menitipkan senpi miliknya kepada korban.

Tanpa disangka, beberapa saat kemudian korban didatangi orang tak dikenal yang langsung menganiaya menggunakan senjata tajam. Senpi yang sedang dipegangnya pun dirampas pelaku.

Tinggalkan Komentar