Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Angin Segar untuk Industri Musik dan Visual Art Tanah Air

Blue Musical Instrument Wall 3d Illustration 3d - inilah.com
Blue Musical Instrument Wall 3d Illustration 3d

Kontes karya musik dan seni visual bertajuk Dare To Be The Next Superstar (DTBTNS) Season 2 bergulir memasuki babak penjurian. Ratusan karya untuk industri musik maupun visual art telah sampai ke meja dewan juri sejak pendaftaran ditutup pada 14 Maret 2022. Selain animo yang tinggi, karya dari para peserta DTBTNS Season 2 ini dinilai semakin menarik, variatif, dan berkualitas.

Perwakilan Supermusic, Nathaniel W Utomo mengatakan, dalam fase penjurian akan terjadi proses seleksi dan kurasi karya peserta oleh para juri yang terdiri dari; Rekti Yoewono, Ronald Steven, dan Nadia Yustina di kategori musik, serta Oom Leo, Popo Mangun, Hana Madness, Bunga Fatia, dan Streoflow di kategori visual art. Dari ratusan karya para finalis tersebut nantinya dikurasi dan akan mengikuti sesi coaching bersama para expert di masing-masing kategori.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya untuk setiap karya yang telah disubmit mengikuti DTBTNS Season 2 ini. Meski proses submission sempat kami perpanjang karena situasi pandemi, namun ini justru memunculkan lebih banyak karya-karya yang menarik dan berkualitas di setiap kategori. Kami berharap proses penjurian bersama para expert selanjutnya dapat memberikan beragam insight yang positif bagi para finalis,” ujar Nathaniel, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (17/3/2022).

Baca juga
Penganugerahan Nobel Perdamaian Bakal Digelar Tatap Muka

Harapan yang tinggi terhadap para finalis juga diungkapkan Rekti Yoewono yang ditunjuk sebagai salah satu juri di kategori musik.

Angin segar industri musik

Menurut vokalis The SIGIT ini, karya-karya yang semakin bervariatif dari para finalis diharapkan bisa menjadi angin segar bagi industri musik Indonesia ke depan. Ia menyebut, para musisi muda berbakat ini perlu terus didorong agar semakin dikenal luas dan memiliki kesempatan berkembang.

“Banyaknya jumlah submission bisa jadi karena adanya peningkatan keberanian para pegiat musik untuk menampilkan karya. Saya rasa itu hal yang bagus, apalagi di DTBTNS Season 2 ini karyanya semakin variatif banget. Seingat saya DTBTNS tahun lalu didominasi oleh musik pop, pop punk dan rock. Tahun ini saya perhatikan ada banyak band metal, bahkan ada musik electronic juga,” ungkap Rekti.

Baca juga
Tips Ala Dokter Reisa, Cerdas Menyimpan dan Membuang Obat

Rekti menambahkan, karya yang semakin beragam dan berkualitas di Dare To Be The Next Superstar Season 2, membuat para juri tertantang dan menjadi ekstra selektif untuk mengkurasi karya terbaik dari yang terbaik. Tak dipungkiri pula jika nantinya akan terjadi perdebatan alot di kursi juri.

“Cukup menantang buat para juri sepertinya ya. Saya sebisa mungkin tidak bias terhadap genre musik yang saya gemari saja. Untungnya banyak talenta menarik yang punya potensi untuk bisa dinikmati khalayak, tanpa memandang aliran musiknya,” ucap Rekti.

Hal senada diungkapkan Oom Leo yang menjadi juri di kategori visual art. Pria bernama asli Narpati Awangga ini mengaku harus menguras energi dan pikiran saat menilai karya-karya visual art yang kualitasnya di atas rata-rata.

“Antusiasme para peserta sangat luar biasa. Banyak yang cukup menyita perhatian baik dari segi teknis, konsep dan ide, serta artistik yang mengagumkan. Enggak cuma satu atau dua karya, banyak yang bikin gue kelimpungan untuk memilih kandidat juara DTBTNS Season 2 ini,”  papar Oom Leo.

Baca juga
Mengenal Marshal, Relawan Sirkuit yang Bikin Balapan di Mandalika Batal

Pada fase penjurian, selain proses kurasi juga akan ada sesi coaching dimana para juri akan berbagi ilmu serta pengalaman mereka kepada para finalis DTBTNS Season 2. Rekti dan Oom Leo pun sudah menyiapkannya materi agar sesi ini berjalan stimulus dan menjadi bekal untuk finalis mengembangkan diri maupun karya mereka.

Di tahap coaching mendatang, Rekti pribadi akan lebih menekankan terkait performance karena merupakan poin penting bagi seorang performer. Mulai dari bagaimana cara menampilkan diri di atas panggung, hingga cara berkomunikasi yang tepat dengan audience. Kalau Oom Leo cenderung fokus kepada proses awal penggarapan sebuah karya visual art.

“Pendalaman konsep dan ide dasar penciptaan karya. Kalau untuk urusan teknis, nampaknya gak banyak yang harus dikulik lebih dalam. Karena skill rata-rata para finalis udah sangat oke banget,” timpal Oom Leo.

Tinggalkan Komentar