Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Sri Mulyani: Inklusi Keuangan Perempuan Bebaskan Indonesia dari Kemiskinan pada 2024

Sabtu, 18 Jun 2022 - 18:33 WIB
Ani: Inklusi Keuangan Perempuan Bebaskan RI dari Kemiskinan
Menteri Kuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bilang, peningkatan inklusi keuangan perempuan efektif mengurangi kemiskinan. Menurutnya, penting untuk membebaskan Indonesia dari kemiskinan sesuai target pada 2024.

“Pemerintah menyadari tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kesetaraan perempuan dengan laki-laki terutama dalam inklusi keuangan, sangat penting tidak hanya untuk mengambil peluang pertumbuhan ekonomi, tapi juga mengurangi kemiskinan,” ujar Sri Mulyani, di Jakarta, Sabtu (18/6/2022).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Indonesia, tingkat kepemilikan akun keuangan perempuan telah naik menjadi 62 persen di 2021 atau sama dengan laki-laki.

Namun menurut Sri Mulyani, inklusi keuangan perempuan di Indonesia masih relatif lebih rendah daripada laki-laki sebagaimana secara global tingkat inklusi keuangan perempuan masih 7 poin lebih rendah dari laki-laki.

Baca juga
Utang Era Jokowi Menggunung Rp7 Ribu Triliun, Analis: Indonesia Sudah Tekor

“Selain itu saat ini perempuan di Indonesia juga mencapai 53,13 persen tenaga kerja di Indonesia atau lebih dari laki-laki. Ini cukup signifikan, tetapi 62 persen perempuan bekerja di sektor informal,” katanya.

Ia menekankan bahwa peningkatan kesetaraan gender dan pengurangan beban tidak proporsional yang dipikul perempuan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi global atau menambah Produk Domestik Bruto (PDB) dunia hingga US$13 triliun.

Adapun COVID-19 juga berdampak signifikan terhadap perempuan, yang kalau tidak diatasi, dapat mengurangi PDB global hingga US$1 triliun di 2030.

“Tetapi jika tindakan diambil untuk mencapai peningkatan kesetaraan gender pada 2030 termasuk dengan berinvestasi di bidang pendidikan, keluarga berencana, kesehatan ibu, inklusi digital dan keuangan, dan juga dengan memperbaiki beban pekerja perempuan, PDB dunia dapat ditingkatkan,” pungkas Sri Mulyani

Tinggalkan Komentar