Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Anies Bakal Hadiri Natal Nasional di Papua Patahkan Tudingan Intoleran

Rabu, 16 Nov 2022 - 11:13 WIB
Ahmad Ali Nasdem Ist - inilah.com
Waketum Partai NasDem Ahmad Ali mengaku tak ambil pusing soal hasil survei SMRC yang dirilis di Jakarta, Minggu (18/12/2022). (Foto: Arsip)

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem Ahmad Ali membeberkan kegiatan safari politik Anies Baswedan sebagai Capres 2024 yang sudah menjadi mandat dari Partai NasDem. Ia menyebut dalam waktu dekat hingga Desember 2022, Anies akan bersafari ke Jawa Barat (Jabar) hingga Papua.

“Anies karena hari ini sudah dapat mandat dari NasDem, sudah (sebuah) keharusan (bagi) dia (untuk) menularkan gagasan-gagasan, pikiran-pikiran ke bangsa ini. Memang seharusnya saya hari ini baru akan berdiskusi lagi untuk agendakan beberapa tempat, yang waktu dekat 19-20 (November) ke Jabar,” terang Ali kepada wartawan saat dihubungi pada Rabu (16/11/2022).

Baca juga
Rachmat Gobel: Politik Uang Rendahkan Harga Diri dan Mendustai Tuhan

Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa Anies juga akan bersafari ke Sulawesi Tenggara pada 24-25 November 2022 untuk menghadiri acara Musyawarah Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (Munas HMI) dan memberikan pidato kebangsaan.

“(Kemudian Anies akan menghadiri) Natal nasional di Papua. NasDem (sebagai) fasilitator, mengoptimalkan peran para relawan, memfasilitasi relawan untuk bertemu dengan Anies,” jelasnya.

Dengan menghadiri acara ini, Ali menekankan tentunya akan mematahkan pandangan yang menyebutkan bahwa Anies adalah sosok yang intoleran dalam beragama. Tak hanya itu, ia juga menyinggung pada kunjungan Anies saat ke beberapa daerah yang kurang tersorot.

Baca juga
Eks Wakil Ketua KPK Tak Melihat Kesalahan Anies di Formula E

“Kemarin yang di Sumatera yang disorot hiruk-pikuk kedatangan Anies, tapi yang tidak disorot kedatangannya ke gereja. Ketemu tokoh lintas agama, sesungguhnya ini sisi lain dari Anies, dia orang yang sangat toleran. (Meng)hargai keragaman yang ada, di satu sisi taat pada keyakinannya, jadi kemampuan menghargai mengakui keragaman Indonesia itu jadi salah satu,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Ali, hal ini tentunya dapat menjadi bukti untuk mengklarifikasi isu-isu yang selama ini telah beredar di media sosial (medsos).

“NasDem untuk penuhi rasa, hak publik, karena mengenal dan dikenal pemimpin, itu kewajiban dari pemimpin, dengan waktu yang cukup panjang ini, ada interaksi untuk mengenal Anies. Dalam interaksi itu ada konteks plus minus, setelah mengenal, bisa saja membantu mengklarifikasi isu-isu di medsos selama ini,” terang Ali.

Tinggalkan Komentar