Anies Baswedan Soal Anti Rokok, Dapat Dukungan dari Praktisi Kesehatan

Anies Baswedan Soal Anti Rokok, Dapat Dukungan dari Praktisi Kesehatan  - inilah.com
istimewa

Masyarakat dihebohkan oleh kabar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyurati Michael R Bloomberg, pendiri Bloomberg Philanthropies. terkait dengan kampanye antirokok. Hal ini diunggah oleh akun twitter @rokok_indonesia,pada Jumat, (01/10/2021).

Soal Anies Baswedan antirokok melihat dari isi surat yang dikirim tersebut, justru mendapat dukungan dari praktisi kesehatan sekaligus pengamat kesehatan yang kerap memberikan edukasi mengenai covid-19, dr. Muhammad Fajri Addai.

Perlu diketahui, surat yang diunggah di akun twitter tersebut berisi tentang bagaimana Anies melindungi warga Jakarta dari bahaya rokok.

Berikut adalah isi surat tersebut:

Dear Mr.Bloomberg,

I Would like to extend congratulations on your reappointment as WHO Global Ambassador for Noncommunicable Diseases and Injuries.

The WHO has ranked Indonesia thrid in the world for total number of smokers. There are about 3 million active smokers in Jakarta and the number increases by 1% everyday. We believe everyone has the right to be protected from exposure to secondhand smoke and to have access to clean air. Jakarta has initiated various efforts to prevent and protect the public from the adverse effects of comsumption of tobacco products.

Baca juga  Kasus COVID-19 Naik 4 Kali Lipat, Kemenkes Ungkap 60-80 Persen Tidak Bergejala dan Datang ke Fasilitas Kesehatan

Thanks to Bloomberg Philanthropies, Jakarta has joined the Partnership for Healthy Cities whith other 54 cities in 2017 and committed to initiate programs in the prevention of noncommunicable diseases. With the support from Bloomberg Philanthropies, Vital continue to remove indoor tobacco ads today.

We are committed to continuing the Partnership for Healthy Cities through 2020 and to upliffting the compliance of Smoke Free Environments (Kawasan Tanpa Rokok) for the current rate of 32% to the targeted rate of 90%. The city aims to ban indoor and outdoor tabacco advertising and display at point of sales. We are now in the process of finalizing the regulatory framework of the objectives stipulated above. Finaly, we believe that there is no sustainable programme without a robust monitoring and evaluation framework.
As such, the assigned City Lead, Mr. Zainal, head of Bureau for Socizi Wellfare, has set up a monitoring and evaluation workshop that would invite ffield-enfercement personnels from all related City Agencies for a two-day training whit experts.

Sending you my best wishes and look forward to collaborating with Bloomberg Philanthropies.

Baca juga  Mayday, Klaster Sekolah Ditemukan, Sekolah Tatap Muka Dihentikan?

Pada isi surat tersebut terdapat dalam  Seruan Gubernur (Sergup) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok. Sergup ini diteken Anies pada 9 Juni 2021. Hal ini adalah sebuah langkah untuk melindungi warga dari bahaya rokok.

Menurut Fajri, langkah Anies sangat tepat untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya merokok. Terlebih, ketika saat ini pandemi Covid-19 belum ada-ada tanda-tanda menghilang dari muka bumi. Bentuk anti rokok ini sangat baik untuk menurunan risiko penyebaran Covid-19 dan patut didukung.

“Ini Sangat bagus. Dari segi sains (pengetahuan), saya sangat mendukung itu karena, covid-19 bukan menular lewat rokoknya ya, tetapi bahwa ketika orang merokok kemungkinan besar perilakunya nongkrong bareng, ngobrol bareng, kemudian dia enggak pakai masker, enggak mungkin orang merokok asapnya ditelan semua. Ini kalau ngomongin tentang penularannya,” papar Fajri kepada INILAHCOM.

Masih menurut Fajri, hal ini sangat baik juga terus dilakukan secara konsisten. Mengingat kasus Covid-19 kini semakin menurun, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Anies Baswedan soal anti rokok bisa terus dilakukan.

Baca juga  Anies: Nol Kematian Akibat COVID-19 di Jakarta dalam 24 Jam Terakhir

“Jadi jelas adanya sergup ini pasti bisa menurunkan risiko covid-19, itu sudah pasti, jika dijalankan dengan konsisten dengan baik. Secara umum memang, orang yang merokok itu dapat memberikan menambahkan risiko covid-19,” tambah Fajri yang juga menjadi tim relawan Covid-19.

Perlu diketahui, pada Sergup tersebut tertuang sebuah seruan yang berisi dalam rangka meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap bahaya merokok, penurunan risiko penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerukan kepada seluruh pengelola gedung untuk melakukan pembinaan pada kawasan dilarang merokok pada seluruh area gedung di Provinsi DKI Jakarta.

Terdapat tiga poin penting menjadi fokus Anies, yaitu:

1. Memasang tanda larangan merokok pada setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui oleh setiap orang di area gedung serta memastikan tidak ada yang merokok di kawasan dilarang merokok.

2. Tidak menyediakan asbak dan tempat pembuangan puntung rokok lainnya pada kawasa dilarang perokok.

3. Tidak memasang reklame rokok atak zat adiktif baik di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor), termasuk memajang kemasan atau bungkus rokok atau zat adiktif di tempat penjualan.

Tinggalkan Komentar