Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Anies Harap Intervensi Pemerintah Tekan Rasio Positif COVID-19

Anies Harap Intervensi Pemerintah Tekan Rasio Positif COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan intervensi pemerintah lewat status PPKM level 3 dapat menekan rasio kasus positif COVID-19 sepekan terakhir sebesar 23,1 persen. Atau minimal berada di atas batas aman sebesar 5 persen.

“Intervensi ini dengan melakukan pembatasan mobilitas yang biasa kita kenal PPKM dan levelnya adalah level 3 oleh pemerintah pusat,” kata Anies dalam akun Instagram @aniesbaswedan, Rabu (9/2/2022).

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta per Selasa (8/2) pemeriksaan atau testing COVID-19 selama sepekan terakhir mencapai 367.215 orang dengan persentase kasus positif mencapai 23,1 persen. Sedangkan target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Jakarta setiap pekan mencapai 10.645 pemeriksaan. Dengan demikian, jumlah pemeriksaan di Jakarta melampaui target WHO dengan rata-rata kisaran 35-40 kali lipat.

Baca juga
Jabar Catat Kasus Harian COVID-19 Terbanyak

“Ini angkanya sangat tinggi. Ini pun belum termasuk tes antigen yang juga tidak kalah tinggi di Jakarta,” katanya.

Anies menyampaikan meski jumlah tes tinggi, namun masih kalah cepat dengan pertambahan kasusnya. Begitu juga dengan pelacakan kontak erat dari kasus konfirmasi positif COVID-19.

DKI mencatat hingga Selasa (8/2) pertambahan kasus positif COVID-19 di Ibu Kota mencapai 10.817 kasus. Sehingga total kasus positif COVID-19 sejak awal kemunculan pada Maret 2020 mencapai satu juta kasus. Sedangkan kasus aktif isolasi bertambah mencapai 5.627 kasus sehingga menjadi total 80.162 kasus.

Jumlah pasien sembuh bertambah 5.150 orang sehingga total menjadi 910.435 orang. Jumlah meninggal bertambah 40 jiwa sehingga total menjadi 13.872 jiwa.

Baca juga
DKI Jakarta Terapkan PTM 50 Persen Mulai Jumat Ini

Untuk itu, melalui PPKM level tiga, kantor yang bergerak di sektor non-esensial meksi kembali menerapkan WFH. Hanya 25 persen karyawan yang bekerja dari kantor.

Sekolah sudah ditetapkan 50 persen Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan orang tua diberi kebebasan untuk memilih apakah anaknya ikut sekolah atau anaknya belajar dari rumah.

“Juga, tempat tempat publik dikurangi kapasitasnya. Jadi, ke depan, kami akan melakukan pengetatan protokol kesehatan di semua tempat,” ucap Anies.

Tinggalkan Komentar