Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Anies Layak Presiden, Nasdem Dorong Sahroni Cagub DKI di 2024

Jumat, 07 Jan 2022 - 19:38 WIB
Nasdem Dorong Ahmad Sahroni jadi Cagub DKI di 2024

Partai Nasdem dorong Bendara Umumnya Ahmad Sahroni jadi calon gubernur atau cagub DKI di Pilkada 2024. Pasalnya Ahmad Sahroni punya kapasitas tersebut.

Ketua Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Wilayah Jakarta-Banten, Effendi Choirie mengatakan, pihaknya sudah punya nama pasangan cagub-cawagub DKI. Nasdem dorong Ahmad Sahroni duet dengan Airin Rachmi Diany di Pilkada DKI 2024.

“Saya kira Sahroni-Airin figur yang mendamaikan. Jangan kita kembali ke yang lalu, Ahok lagi, benturkan Anies karena orang cinta Ahok terlalu fanatik, kemudian terus menerus memusuhi anies. Ini enggak sehat,” kata Effendy, Jumat (7/1/2022).

Nasdem tidak mau Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya majunya Ahok akan kembali menimbulkan konflik masa lalu.

“Tapi bagi kami Ahok masa lalu. Kita enggak ingin lagi Jakarta ribut, terlalu banyak kontroversi. Kita ingin tenang Jakarta, damai, sehingga butuh figur yang damai,” kata Effendi.

Baca juga
Jakarta Menuju Kota Global, Anies Petakan 10 Sasaran

Gus Choi sapaannya menyebut jika Ahok kembali maju nantinya akan ada benturan dengan Anies Baswedan jika memilih maju lagi.

Dengan begitu nantinya situasi politik akan tidak sehat karena akan muncul konflik yang sama saat keduanya bertarung di Pilkada 2017.

“Berpolitik begitu harus tinggalkan ya. Berpolitik itu damai, kalau kritik proporsional. Membunuh karakter orang seenaknya, saya kira berpolitik seperti itu harus  kita tinggalkan,” imbuh dia.

Nasdem mengaku tidak tak mendukung Anies kembali maju di Pilgub di 2024. Menurut dia, Anies lebih cocok jadi capres.

“Bang Anies Baswedan kapasitasnya untuk presiden. Dia adalah orang yang pintar, cerdas. Saya kira tidak perlu lagi Bang Anies berpikir jadi Gubernur lagi, tapi berkonsentrasi untuk capres,” terangnya.

Baca juga
Formula E Jakarta Tak Kekurangan Sponsor Meski Tak Ada BUMN

“Kalau elektabilitas, popularitas tinggi, pasti akan di-hire oleh partai untuk jadi capres. Karena kemampuan dasarnya sudah hebat, cerdas, pintar, ada pengalaman mimpin DKI yang kuat, penuh liku-liku, sekolah di luar negeri,” tandasnya.

 

Tinggalkan Komentar