Anies Puji Bank DKI Jadi Koordinator Sindikasi Kredit UMKM Rp4 Triliun

Gubernur DKI Anies Baswedan menyaksikan penandatanganan perjanjian kredit dan pembiayaan sindikasi lembaga keuangan yang dipimpin Bank DKI

Bank DKI dipercayakan menjadi koordinator sindikasi kredit dan pembiayaan meliputi 18 Bank Pembangunan Daerah (BPD) sejumlah provinsi, 1 Bank Swasta dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH). Anggarannya senilai Rp4 triliun dengan riciannya Rp2,2 triliun untuk kredit konvensional dan sisanya Rp1,8 triliun buat pembiayaan syariah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi Bank DKI yang telah menjadi leader sindikasi kredit dan pembiayaan yang diberikan melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bagi pelaku usaha ultra mikro tersebut.

“Bila dibayangkan penerima dari modal ini antara Rp 2-5 juta bisa sampai 2 juta unit usaha yang terfasilitasi lewat pembiayaan ini. Jadi, kami bersyukur,” kata Anies, Kamis (2/12/2021).

Baca juga  Atletnya Borong Emas, Gubernurnya Pamer Fasilitas

Menurut Anies sindikasi kredit dan pembiayaan ini menganut prinsip memberikan kesempatan ke yang kecil. Jadi Bank DKI bisa turut membesarkan pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil. Kemudian turut serta mempercepat pemulihan perekonomian pascapandemi COVID-19.

“Mekanisme permodalan ini menjadi unik, karena sindikasi dari begitu banyak bank bekerja bersama menyalurkan dan dikoordinasi oleh Bank DKI, lalu sampai itu di rakyat,” ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Pada kesempatan yang sama Direktur utama Bank DKI Fidri Arnaldi, menyampaikan Bank DKI terus melakukan upaya akselerasi penyaluran kredit mikro. Pertumbuhannya sebesar 30,6 persen secara YOY dengan portofolio Rp 1,16 triliun. Pada September 2020 menjadi Rp 1,51 triliun, sementara September 2021 jumlah nasabah lebih dari 8 ribu pelaku UMK.

Baca juga  Sang Ibu Diomeli Wanita Mengaku Anak Jenderal, Arteria Dahlan Enggan Ribut di Publik

“Indonesia ini UMKM nya 80 persen, jadi ini yang perlu kita bangun untuk membesarkan UMKM dan Bank DKI masuk di sana melalui Jakpreneur juga. UMKM butuh pelatihan dan pendampingan, selain itu UMKM juga sedang didorong untuk melakukan digitalisasi produk dan Bank DKI terlibat di dalamnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengapresiasi Bank DKI karena sudah mengkonsolidasikan sistem pembiayaan secara konvensional maupun yang syariah. Dari kolaborasi dan bersinergis diharapkan dapat membangun UMKM di Indonesia.

“Jadi Alhamdulillah Bank DKI telah menyatukan antara kredit dengan prinsip syariah dan konvensional,” tutup Anggito.

Baca juga  Semangat Berbagi saat Pandemi, Bantuan Beras Disalurkan untuk Warga Lewat Pemuda Bulan Bintang

Penandatanganan perjanjian kredit dan pembiayaan sindikasi tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy bersama dengan Direktur Keuangan Bank DKI, Romy Wijayanto, Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi, Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PT Permodalan Nasional Madani, Sunar Basuki bersama dengan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani, Kindaris dan perwakilan kreditur peserta sindikasi.

Lalu disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Plt. Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta, Riyadi dan Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Abas.

Tinggalkan Komentar