Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Antam Jual Emas Sebanyak 11,05 Ton dalam 5 Bulan di 2022

Sabtu, 02 Jul 2022 - 14:44 WIB
Antam Jual Emas Sebanyak 11,05 Ton dalam 5 Bulan di 2022
PT Aneka Tambang (ANTM)/ist

PT Aneka Tambang (Persero/Antam) Tbk atau ANTM mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja operasi dan penjualan unaudited komoditas emas.

Dalam lima bulan pertama 2022, Antam mencatatkan volume produksi emas unaudited yang berasal dari tambang emas Pongkor sebanyak 576 kg. Jumlah ini naik 2,5 persen dari capaian produksi di periode yang sama tahun lalu sebesar 562 kg.

Selain itu, penjualan emas unaudited Antam pada periode tersebut mencapai 11,05 ton. Penjualan emas ini realif stabil dibandingkan penjualan emas pada periode yang sama tahun lalu sebesar 11,12 ton.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Nico Kanter mengatakan, pertumbuhan kinerja operasi dan penjualan komoditas emas Antam pada lima bulan pertama 2022 mencerminkan kepercayaan masyarakat atas produk logam mulia ANTM. Hal ini selaras dengan pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas.

“Tahun ini ANTM berfokus pada penguatan basis pelanggan logam mulia di pasar domestik dengan mengutamakan keamanan dan kepercayaan pelanggan dengan terus menghadirkan produk berkualitas,” ujar Nico dalam keterangan persnya, Sabtu (2/7/2022).

Baca juga
Antam Umumkan Sudah Bagikan Dividen Rp930,87 Miliar

Sebagai informasi, Antam merupakan satu-satunya Perusahaan yang memiliki pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Dengan begitu, Antam menjamin produk dan kualitas logam mulia.

Selain itu, pada kuartal pertama 2022, Antam membukukan pendapatan bersih senilai Rp 9,75 triliun atau naik 6 persen dibandingkan pada kuartal I-2021 yang sebesar Rp 9,21 triliun.

Berdasarkan segmentasi komoditas, penjualan emas menjadi kontributor utama pendapatan perseroan, yakni sebesar Rp 5,88 triliun atau 60 persen terhadap pendapatan bersih perusahaan.

Disusul penjualan feronikel senilai Rp 1,86 triliun atau setara 19 persen terhadap pendapatan Antam, bijih nikel senilai Rp 1,62 triliun atau setara 17 persen, dan alumina senilai Rp 299,40 miliar atau 3 persen dari total pendapatan bersih perusahaan.[ipe]

Tinggalkan Komentar