Antisipasi Sebaran Kasus Covid-19 Usai Gelaran PON Papua XX

Antisipasi Sebaran Kasus Covid-19 Usai Gelaran PON Papua XX - inilah.com
istimewa

Perhelatan PON Papua XX telah usia. Terdapat sekitar 83 orang terkonfirmasi positif Covid-19 saat acara tersebut digelar.

Pemerintah terus menerapkan mekanisme penanganan kasus Covid-19 pasca PON tersebut secara intens. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, pemerintah tidak hanya mempersiapkan pra dan proses pelaksanaannya, namun juga mempersiapkan mekanisme penanganan kasus COVID-19 pasca PON XX.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kasus COVID-19 pasca PON XX tertangani dengan baik,” katanya, seperti yang dikutip dari laman Covid19.go.id, Jakarta, Sabtu, (16/10/2021).

Upaya skrining terus dilakukan. Terhadap mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga dilakukan karantina terpusat dan pelacakan penyebaran.

Baca juga  Wakil Bupati Pegunungan Bintang Papua Tutup Usia Usai Terjatuh dari Kamar Mandi

Johnny memaparkan pemerintah memastikan hal itu dengan menerapkan mekanisme kepulangan peserta PON dengan aman. Mekanisme ini meliputi monitoring COVID-19 oleh Kemenkes dan Kemenhub hingga H+5. Peserta PON juga akan melalui tes RT-PCR sebelum keberangkatan dari Papua dan saat tiba di daerah tujuan.

Adapun, peserta PON yang positif COVID-19 akan melalui proses karantina terpusat selama 5 hari dan kembali menjalani tes RT-PCR pada hari ke-4 karantina. Menkominfo menambahkan, untuk pelaksanaan mekanisme itu, pemerintah segera memperbaiki SE Kasatgas COVID-19 No. 17/2021. Mekanisme ini berlaku mulai 12 Oktober 2021.

Seluruh hasil evaluasi penyelenggaraan PON XX akan menjadi catatan penting untuk perbaikan di perhelatan besar selanjutnya.

Baca juga  Tank AMX-13 Berumur Lama, Pentingkah Modernisasi?

Menkominfo Johnny pun mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap para atlet yang terkonfirmasi positif, risiko penularan tertinggi terdapat di penginapan dan tempat akomodasi makan dan minum. Risiko Penularan tinggi juga terjadi saat kontak fisik dalam pertandingan, dan kontak erat di area pertandingan.

Atas pembelajaran dari PON XX, lanjutnya, pemerintah menetapkan beberapa hal untuk menjadi protokol kesehatan pada perhelatan besar selanjutnya.

Pertama, Satgas COVID-19 masing-masing acara perlu diberikan wewenang yang cukup untuk menerapkan protokol kesehatan. Kedua, asrama yang digunakan harus mengakomodasi jaga jarak aman antar peserta.

“Sementara itu, yang Ketiga dan Keempat adalah rutin random tes PCR untuk atlet di masa pertandingan dan ruang isolasi harus siap,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar