Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Anwar Tunjuk Dua Orang Jabat Wakil PM Malaysia, Salah Satunya dari UMNO

Jumat, 02 Des 2022 - 20:49 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Ketatkan Anggaran, PM Anwar Ibrahim Potong Gaji Menteri 20 Persen
Pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) Anwar Ibrahim berbicara kepada wartawan di luar Istana Negara di Kuala Lumpur, setelah bertemu dengan Raja Abdullah, Selasa (22/11/2022). (foto: CNA/Fadza Ishak)

Perdana Menteri atau PM Malaysia Anwar Ibrahim menetapkan dua orang untuk menduduki posisi wakil Perdana Menteri. Pertama Anwar menunjuk Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi dan Politikus Gabungan Partai Sarawak, Fadilah Yusof sebagai Wakil PM Malaysia, pada Jumat (2/12).

Untuk Zahid, Anwar memberikan tambahan jabatan yakni sebagai Menteri Kemajuan Desa dan wilayah.

“Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kemajuan Desa dan wilayah Ahmad Zahid,” kata Anwar saat konferensi pers.

Keputusan Anwar Ibrahin ini sesuai dengan prediksi sebelumnya. Bahkan beberapa pihak juga sudah memprediksikan jika dalam kabinet Anwar akan ada dua wakil PM.

Baca juga
PM Anwar Ibrahim Terima Kunjungan Presiden Timor Leste Ramos Horta

Selain itu Anwar juga menunjuk beberapa tokoh yang akan menduduki jabatan menteri di kabinetnya. Mereka antara lain, Menteri perdagangan dan komoditi Sri Fathinah, Menteri Transposrtasi Lusu Fuxio, Menteri pertanian dan keterjaminan makanan Muhammad bin Sabu, Menteri Ekonomi Moh Rafizi bin Ramli.

Sebagai informasi, hubungan Anwar dengan UMNO, partai terbesar dalam Koalisi Barisan Nasional memang sudah banyak publik ketahui. Sebab keduanya memiliki beberapa rekam jejak kebersamaan serta konflik yang pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

Saat Mahathir Mohamad menjadi PM Malaysia pada 1993, Anwar mendapat kepercayaan menjabat sebagai Wakilnya Mahathir. Tak butuh waktu lama, Anwar langsung menjadi PM interim menggantikan Mahathir.

Baca juga
Anwar Ibrahim, Alumnus HMI yang Kini Perdana Menteri Malaysia

Saat menjabat sebagai PM interim Malaysia itu, Anwar langsung membuat gebrakan dengan merombak pemerintahannya. Bahkan dia membongkar semua kebusukan UMNO termasuk soal korupsi dan nepotisme di tubuh partai.

Dari situ konflik Anwar dan UMNO khususnya Mahathir berawal dan membuat keduanya bermusuhan. Terakhir Mahathir memasukkan Anwar ke penjara dengan beberapa tuduhan.

Dendam UMNO kepada Anwar tidak berhenti di Mahathir saja. Sebab pada rezim kepemimpinan Najib Razak yang juga berasal dari UMNO, Anwar kembali merasakan kelamnya hidup di penjara. Sebab saat itu Najib menjebloskan Anwar ke penjara atas tuduhan kasus sodomi.

Tinggalkan Komentar