Apa Sih Bedanya Moderna dengan Vaksin Lain?

Apa Sih Bedanya Moderna dengan Vaksin Lain? - inilah.com

Saat ini pemerintah telah membuka layanan vaksin Moderna untuk masyarakat umum dengan catatan warga yang mengalami gangguan imunitas atau penyakit penyerta.

Adapun syarat penerima vaksin ini adalah masyarakat yang belum pernah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua. Kemudian tidak menggunakan vaksin Sinovac dan AstraZeneca sesuai surat keterangan dokter.

Apa sih vaksin Moderna? Vaksin Moderna adalah vaksin berbahan dasar messenger RNA (mRNA) yang memiliki tingkat efikasi tinggi yang sebelum pandemi telah diuji coba ke manusia dan memiliki kemiripan dengan Pfizer. Meski mirip, tapi keduanya tidak identik, karena dosis Moderna mengandung 100 mikrogram vaksin dan dosis Pfizer mengandung 30 mikrogram vaksin.

Moderna adalah vaksin asal Amerika Serikat yang sudah digunakan secara luas dan diakui vaksin buatannya 93 persen efektif hingga 6 bulan setelah dosis kedua. Efek samping yang diterima setelah disuntik vaksin Moderna biasanya mengalami sakit di bagian lengan yang disuntik, cepat lelah, demam dan nyeri.

Baca juga  Emma Raducanu, Dari Kualifikasi Torehkan Prestasi

Vaksin Moderna adalah vaksin yang bekerja secara berbeda dengan vaksin lain yakni vaksin mRNA mengirim kode genetik ke sel untuk membuat protein yang memicu respons imun tubuh. Kemudian tubuh memproduksi antibodi dan mengembangkan kekebalan yang bertahan lama yang dapat melawan virus SARS-CoV-2.

Namun Moderna tidak bisa diberikan kepada orang yang memiliki riwayat reaksi alergi parah. Penerima vaksin ini harus mendapat pantauan khusus untuk menghindari hal yak tak diinginkan.

Sedangkan vaksin Sinovac adalah vaksin yang berasal dari Cina yang berbahan dasar virus Corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan. Vaksin ini sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga  Lebih Besar Messi atau Barcelona?

Setelah disuntik vaksin Sinovac, virus yang tidak aktif itu akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasikan antibodi. Risiko orang yang sudah divaksin akan menjadi tiga kali lebih rendah untuk mengalami sakit karena Covid-19.

Berbeda dengan Moderna, Vaksin ini terbilang relatif aman dari efek samping yang muncul usai disuntik. Efek samping yang paling banyak terjadi biasanya nyeri dan sakit kepala ringan dan rata-rata akan hilang dalam waktu tiga hari.

Selanjutnya AstraZeneca, adalah vaksin yang kini sudah beredar di masyarakat. Pemberian dosis vaksin ini dilakukan sebanyak dua kali dengan jangka waktu 8-12 minggu. Vaksin yang memiliki suhu dingin normal 2-8 derajat celsius ini telah mendapat persetujuan dari WHO.

Baca juga  Hati Resah Lihat Dunia Pendidikan, Gardian Muhammad Dirikan Gerakan Mengajar Desa Gandeng 4.570 Anak Muda

Sejatinya vaksin yang diproduksi oleh perusahaan AstraZeneca ini tak jauh beda dengan Sinovac. Vaksin AstraZeneca termasuk ke dalam jenis vaksin yang menggunakan vektor atau virus pembawa. Ia menggunakan modifikasi materi genetik dari virus COVID-19 yang diletakkan pada virus lain dan bertugas untuk membawa materi genetik tersebut (vektor). Efek samping vaksin ini umumnya terasa nyeri, pegal, demam, dan sakit kepala

Tinggalkan Komentar