Apa yang Terjadi pada Otak Ketika Anda Sering Membaca?

Membaca inilah.com

Sejak kecil, kita sudah disuruh rajin membaca karena memang memiliki banyak manfaat. Bahkan perintah Allah yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat Al-Alaq adalah ‘Iqra’ yang artinya ‘Bacalah’. Namun, bagaimana sebenarnya membaca mempengaruhi otak kita?

Kita semua tahu bahwa membaca meningkatkan kosa kata, memperluas pengetahuan, perspektif, memperkenalkan pada ide-ide baru serta meningkatkan kepercayaan diri. Sesuai ilmu saraf, membaca tidak hanya mengisi otak kita dengan informasi tetapi juga membuatnya bekerja lebih baik. Membaca dapat mengubah cara otak kita berpikir dan memproses sesuatu dengan cara yang lebih baik.

Ketika masih anak-anak, kita lebih aktif terlibat dalam membaca dan mempelajari hal-hal baru tentang dunia di sekitarnya. Tetapi, setelah menyelesaikan studi dan sibuk menjalankan karir, biasanya akan lebih pasif dan kebiasaan membaca menurun. Bahkan dalam banyak kasus kebiasaan membaca seringkali ditinggalkan.

Padahal membaca sangat penting bagi orang-orang dari semua kelompok umur. Jika menghabiskan 30 menit membaca tentang hal-hal yang Anda minati sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya. Itu karena membaca memiliki banyak manfaat jangka pendek dan jangka panjang. Ini bukan hanya cara untuk meningkatkan kesadaran tentang dunia di sekitar kita, tetapi juga semacam latihan mental. Kegiatan membaca sama pentingnya dengan latihan fisik.

Membantu Rewiring Otak

Meskipun masih banyak penelitian yang diperlukan di bidang ini, para ahli sepakat bahwa membaca pada dasarnya adalah latihan empati. Ini membantu kita untuk memahami perspektif orang lain yang sangat berbeda dan karenanya meningkatkan kecerdasan emosional (EQ).

Dalam studi untuk memahami dampak membaca, peneliti dapat melihat efeknya pada gelombang otak. Jika karakter dalam buku tersebut sedang berolahraga, area otak Anda akan diaktifkan seolah-olah Anda sedang berkeringat di gym.

Penelitian lain menunjukkan bahwa buku yang membuat Anda mempertanyakan kehidupan dan hal-hal di sekitar, membantu Anda untuk fokus dan memahami ide-ide kompleks dengan mudah. Aktivitas ini memperkuat kemampuan Anda untuk membayangkan jalan alternatif, mengingat detail, adegan, dan memikirkan masalah yang kompleks. Itu membuat Anda lebih berpengetahuan, lebih pintar dan membawa Anda selangkah lebih dekat menuju kesuksesan.

Baca juga  Obat-Obatan COVID-19 Sudah Diproduksi dan Segera Masuk Indonesia

Setidaknya ada lima manfaat kesehatan dari membaca terutama terkait dengan otak Anda:

1. Memperkuat Koneksi di Otak

Membaca memfasilitasi koneksi baru antara berbagai bagian otak. Sebuah studi kecil tahun 2013 menemukan bahwa membaca novel meningkatkan komunikasi antara bagian otak yang mengontrol pemrosesan bahasa. Ini juga menciptakan perubahan jangka panjang di korteks somatosensori bilateral, bagian otak yang memproses informasi sensorik.

Sabrina Romanoff, PsyD, seorang psikolog klinis di New York City, mengutip Insider mengatakan membaca menciptakan neuron di otak, sebuah proses yang dikenal sebagai neurogenesis. Neuron adalah sel yang mengirim pesan dan mengirimkan informasi antara berbagai area di otak.

“Membaca materi yang membutuhkan pemikiran, pertimbangan, dan upaya untuk memetabolisme apa yang dijelaskan mengarah pada penciptaan neuron baru di otak Anda,” kata Romanoff.

“Neuron-neuron ini juga meningkatkan koneksi neuronal baru, baik satu sama lain maupun jaringan lama, yang mempercepat kecepatan pemrosesan.”

2. Mencegah Penurunan Kognitif Seiring Usia

Kognisi mencakup kemampuan untuk belajar, mengingat, dan membuat penilaian. Perhatian dan memori adalah dua aspek fungsi kognitif yang paling mungkin dipengaruhi usia. Para ilmuwan percaya membaca dapat mengurangi penurunan kognitif terkait usia dan melindungi fungsi kognitif.

Sebuah studi besar selama 14 tahun yang diterbitkan pada 2020 menemukan bahwa mereka yang membaca satu kali atau lebih dalam seminggu cenderung tidak mengalami penurunan kognitif pada interval 6 tahun dan 14 tahun. Setelah 14 tahun, orang tua yang lebih sering membaca memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang lebih jarang membaca.

Baca juga  Lima Cara Halau Gelombang Tiga Covid-19 di Indonesia

Membaca bahkan dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah. Sebuah studi 2018 yang sangat besar di China melacak orang berusia 65 dan lebih tua selama lima tahun dan menemukan partisipasi di usia lanjut dalam kegiatan intelektual seperti membaca dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah beberapa tahun kemudian.

3. Mengurangi Tingkat Stres

Penelitian telah menemukan membaca hanya 30 menit dapat mengurangi tanda-tanda fisik dan emosional stres. Sebuah studi kecil tahun 2009 terhadap mahasiswa sarjana penuh waktu membandingkan efek yoga, video lucu, dan membaca pada tingkat stres.

Ditemukan bahwa siswa yang membaca artikel berita selama 30 menit mengalami penurunan penanda fisik stres, seperti detak jantung dan tekanan darah, ketimbang sebelum mereka memulai aktivitas. Mereka juga memiliki skor yang lebih rendah pada survei stres.

Studi tersebut berlaku untuk bahan bacaan ‘netral’, yang tidak menimbulkan perasaan emosional yang kuat, bersifat santai, dan menurunkan gairah sistem saraf simpatik yang mengarahkan respons tubuh terhadap situasi stres dan bahaya. Namun, membaca berita mungkin tidak menenangkan bagi semua orang. Sebagai gantinya, Anda dapat memilih novel, cerita pendek, atau bahan bacaan lainnya.

4. Membantu Hidup Lebih Lama

Membaca tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan otak, tetapi juga terkait dengan umur yang lebih panjang. Sebuah studi besar selama 12 tahun yang diterbitkan pada 2017 menemukan bahwa membaca buku dikaitkan dengan penurunan 20 persen risiko kematian dibandingkan dengan mereka yang tidak membaca buku.

Membaca mungkin tidak membuat Anda hidup lebih lama dengan sendirinya, tetapi mungkin terkait dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan dan risiko kematian dini yang lebih rendah.

5. Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

Meskipun otak bukanlah otot, otak tetap mendapat manfaat dari olahraga. Mirip dengan bagaimana mengangkat beban membuat tubuh kita lebih kuat, membaca adalah proses yang menuntut kognitif yang dapat memperkuat memori dan konsentrasi.

Baca juga  Studi: Vaksin Ketiga COVID-19 Tingkatkan Imunitas 10 Kali Lipat

Ketika manusia membaca, otomotis mendorong membuat ‘peta mental’ dari teks tertulis. Peta mental ini membantu kita memproses kata-kata yang kita baca dan membantu dalam mengingat. Romanoff mengatakan rutinitas membaca yang teratur membantu otak ‘melatih’ proses mental yang berkontribusi pada fungsi memori.

“Otak kita juga memproses kata-kata tertulis secara mental seolah-olah kita sedang menulisnya. Proses ini membutuhkan upaya mental dan konsentrasi. Dengan penguatan yang berkelanjutan, ada kapasitas yang lebih besar untuk fungsi memori,” kata Romanoff.

Sebuah studi tahun 2013 tentang pria dan wanita lanjut usia menemukan orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan yang menantang mental seperti membaca dan menulis memiliki tingkat penurunan memori yang lebih lambat di awal dan di kemudian hari ketimbang mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bagaimana Jika Anda Berhenti Membaca?

Pertama, jika Anda tidak membaca, Anda tidak akan mendapatkan pengetahuan apa pun, kosakata Anda akan terbatas dan kapasitas penalaran juga akan berkurang. Selain itu, kemampuan Anda untuk berkonsentrasi dan berempati dengan orang lain juga akan memudar seiring waktu.

Kedua, tidak membaca berarti tidak melakukan latihan mental dan ini akan membuat Anda rentan terhadap kondisi mental usia lanjut.

Berkali-kali para peneliti telah membuktikan bahwa membaca dan permainan pemecahan masalah dapat membantu mencegah kehilangan ingatan, mengurangi risiko stres dan mencegah berbagai jenis demensia pada orang dewasa yang lebih tua.

Melihat segudang manfaatnya bagi otak, sudah saatnya menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

Bagaimana cara membangun kebiasaan membaca? Cara termudah untuk mulai membaca adalah dengan menjadwalkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Menyisihkan setengah jam atau satu jam sebelum tidur atau saat istirahat sore bisa menjadi ide yang baik untuk membangun kebiasaan ini.

Tinggalkan Komentar