Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

Apakah Gempa Bumi Bisa Diprediksi Sebelumnya?

Selasa, 22 Nov 2022 - 10:50 WIB
Gempa Bumi Diprediksi
(istimewa)

Gempa bumi, seperti yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) siang kemarin, merupakan salah satu jenis bencana alam yang tidak bisa diprediksi.

Mengapa gempa bumi disebut sebagai bencana alam paling tidak bisa diprediksi oleh manusia? Kita akan mencari tahu alasannya dari penjelasan ini.

Telah ada pembuktian

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), patahan paling berbahaya di AS yaitu Sesar Hayward California Utara membuktikan bahwa gempa bumi di sana berpotensi menghancurkan.

Para ahli geologi menyatakan gempa bumi di California Utara terjadi setiap 160 tahun. Namun, gempa besar terakhir di patahan tersebut terjadi 150 tahun lalu, yaitu tahun 1868.

Lalu, seberapa mungkin manusia dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memprediksi kapan gempa bumi diperkirakan akan terjadi?

Jawabannya sulit. Selama ini, para ilmuwan mencoba memprediksi waktu terjadinya gempa berdasarkan pola.

Baca juga
BMKG: Sebagian Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Namun, para ilmuwan menemukan banyak kesalahan. Sehingga mereka menganggap memprediksi gempa dengan pola bukan cara yang benar.

Faktanya, tidak mungkin bagi manusia untuk mendeteksi di mana gempa bumi selanjutnya akan terjadi.

William Ellsworth, seorang ahli geofisika di Stanford University, menyatakan bahwa di beberapa wilayah Bumi memang memiliki peristiwa alam yang teratur, namun di bagian lain acak.

Percobaan tahun 1993

Para ilmuwan mengambil penelitian yang dilakukan di patahan San Andreas, yang terkenal sepanjang 1.200 kilometer yang melintasi California.

Patahan yang terletak di Kota Parkfield, California Tengah ini sebelumnya telah mengalami gempa bumi dengan teratur.

Adapun pada tahun 1985, para ilmuwan melihat gempa sebelumnya terjadi pada tahun 1857, 1881, 1901, 1922, 1934, dan 1966.

Karena gempa-gempa yang terjadi pada tahun tersebut bisa dihitung menggunakan pola, maka ilmuwan memprediksi gempa akan terjadi sebelum tahun 1993.

Baca juga
Menjelang Lebaran, Pengungsi Gempa di Pasaman Barat Butuh Tambahan Logistik

Pada kenyataannya, tahun 1993 dan seterusnya berlalu tanpa guncangan sekalipun di wilayah tersebut.

Namun, 11 tahun kemudian pada tahun 2004, gempa berkekuatan magnitudo 6,0 terjadi di Parkfield tanpa peringatan dari peralatan yang telah disiapkan.

Dengan adanya peristiwa ini, semakin banyak orang menyadari bahwa gempa bumi adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi.

Tidak bisa diprediksi

Tak hanya pola gempa bumi yang tidak bisa digunakan sebagai acuan prediksi gempa. Manusia juga tidak bisa memperkirakan gempa berdasarkan patahannya.

Banyak ilmuwan dari Meksiko yang menyatakan Celah Guerrero akan robek dan menghancurkan pantai.

Namun, beberapa patahan di Bumi bahkan bisa terjadi tanpa guncangan, yang kita sebut sebagai gempa senyap.

Gempa senyap adalah peristiwa bergesernya lempeng tektonik secara lambat tanpa membuat riak di permukaan bumi.

Jadi, alasan mengapa gempa bumi tidak bisa diprediksi adalah karena manusia telah mencobanya dan selalu menemukan kegagalan.

Baca juga
Fenomena Atmosfer, Waspadai Banjir di Jakarta

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menegaskan bahwa peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

BMKG mengungkap, hingga kini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa dengan tepat dan akurat, sehingga pihaknya tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi.

“Sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi,” demikian lansir laman resmi BMKG pada Selasa (22/11/2022).

 

Tinggalkan Komentar