Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

API Dorong KPPI Bongkar Lonjakan Impor Kain Asal China

API Dorong KPPI Bongkar Lonjakan Impor Kain Asal China

Asosiasi Pertekstital Indonesia (API) mendorong Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menyelidiki perpanjangan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard measures) atas lonjakan impor kain.

“Dari bukti awal permohonan penyelidikan perpanjangan yang disampaikan API, KPPI mendapatkan fakta ada lonjakan jumlah impor produk kain dan kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami pemohon,” kata Ketua KPPI, Mardjoko di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Penyelidikan tersebut menindaklanjuti permohonan perpanjangan penyelidikan yang diajukan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mewakili produsen penghasil produk kain dalam negeri yang diajukan pada minggu lalu. Penyelidikan impor barang kain tersebut mencakup 107 nomor Harmonized System (HS) 8 digit, sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) tahun 2017.

Baca juga
Gelar Ekspor Perdana, Berikut Tiga Komoditas yang Berhasil Tembus Pasar Asia

Dari 107 nomor HS dibagi dalam lima segmen barang yang diselidiki yaitu kain tenunan dari kapas; kain tenunan dari serat staple sintetik dan artifisial; kain tenunan dari benang filamen sintetik dan artifisial; kain tenunan khusus dan sulaman; dan kain rajutan.

Mardjoko menambahkan, hal itu terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri yang memburuk selama periode 2019-2021. Indikator tersebut antara lain kerugian finansial secara terus-menerus yang diakibatkan menurunnya volume produksi dan penjualan domestik; meningkatnya persediaan akhir karena meningkatnya jumlah barang yang tidak terjual; menurunnya produktivitas; menurunnya kapasitas terpakai; berkurangnya jumlah tenaga kerja; serta menurunnya pangsa pasar pemohon di pasar domestik.

Baca juga
Proyek IKN Belum Dimulai, Pengusaha Berebut Minta Jatah

Selain itu, API masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan program penyesuaian struktural yang telah dijanjikan sebelumnya secara optimal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama 2019-2021, terjadi penurunan jumlah impor produk kain dengan tren sebesar 21,56 persen. Pada 2019-2020, terjadi penurunan jumlah impor 42,58 persen. Namun pada 2020-2021, terjadi peningkatan jumlah impor sebesar 7,16 persen. Ipor kain asal China, Korea Selatan, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia. Jumlah impor kain terbesar dari China dengan pangsa impor pada 2021 sebesar 48,87 persen, diikuti Korea Selatan 12,99 persen, Vietnam 9,98 persen, Hong Kong 9,45 persen, Taiwan 7,03 persen, dan Malaysia 5,58 persen.

Baca juga
Inilah Perkembangan Pasar Keuangan yang Jadi Perhatian Investor

 

Tinggalkan Komentar