Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Aplikasi Bisnis Online UMKM Ini Kempit Nilai Transaksi Rp5,5 Triliun

Kamis, 25 Agu 2022 - 14:04 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Aplikasi Bisnis Online UMKM Ini Kempit Akumulasi Nilai Transaksi Rp5,5 Triliun - inilah.com
Fazlur Rahman, Co-Founder & CTO OrderOnline.id (kedua kiri), Rovan Alfarry, CEO OrderOnline.id (kedua kanan) dan Rio dari Zapira Store, VIP Seller OrderOnline.id (kanan). (Foto: Inilah.com/Ahmad Munjin)

Perusahaan aplikasi bagi bisnis daring usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) PT Ordivo Teknologi Indonesia (OrderOnline.id) melaporkan akumulasi nilai transaksi pengguna alias GTV. Tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai Rp5,5 triliun sejak 2021.

“Saat ini, OrderOnline.id telah membantu lebih dari 19 ribu UMKM di seluruh Indonesia dengan Hingga kini, volume orderan di OrderOnline.id sudah mencapai lebih dari 1 juta setiap bulannya. Tepatnya bisa mencapai 1,5 juta transaksi dengan nilai Rp300-320 miliar per bulan,” kata Rovan Alfarry, Chief Executive Officer OrderOnline.id dalam keterangan pers peluncuran kampanye #semuabisajualanonline di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Lebih jauh ia menjelaskan, pihaknya telah memperkuat ekosistem bisnis online di Indonesia sejak 2018. “Kami terus berupaya memudahkan UMKM dengan melakukan otomatisasi bisnis dalam all-in-one platform berbasis web yang terintegrasi,” ujarnya.

Data menunjukkan, jumlah konsumen belanja online tercatat naik hingga 88% di tahun 2021. Kesadaran akan naiknya tren belanja online ini menarik minat UMKM untuk mulai go-digital. Dengan tagar #SemuaBisaJualanOnline, OrderOnline.id memfasilitasi besarnya kebutuhan bisnis online di Indonesia.

“Dulu, kami juga merintis bisnis online kecil-kecilan dan pain point dalam menjalankan bisnis yang kami temukan saat itu yang menggerakkan kami untuk memberikan solusi terbaik dari sisi teknologi,” tuturnya.

Melihat besarnya pertumbuhan bisnis online dan potensi permasalahan operasional yang ada, OrderOnline.id hadir untuk memberikan solusi atas setiap masalah nyata dalam proses usaha yang berjalan.

“Pelaku usaha bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa mempersoalkan hal-hal repetitif yang merepotkan seperti melakukan pencatatan penjualan, cek rekening, follow up customer secara manual, dan sebagainya. Semua sudah berjalan otomatis,” ucap Rovan.

Baca juga
Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Peningkatan Potensi UMKM dan Efisiensi Regulasi

OrderOnline.id menghadirkan empat fitur utama yang didesain khusus untuk memperluas channel penjualan UMKM di luar marketplace dengan membuat toko online sendiri.

Mulai dari menampilkan produk dalam tampilan website dan landing page, menerima pesanan melalui formulir pemesanan yang sederhana, mengelola pesanan otomatis dalam satu dashboard yang terintegrasi, hingga logistik yang dapat menjembatani pengiriman pesanan melalui berbagai ekspedisi seperti SiCepat, JNE, SAP, J&T, Ninja Xpress, JDL, dan ID Express.

Fazlur Rahman, Co-Founder & CTO OrderOnline.id mengatakan, aplikasi berbasis website OrderOnline.id terus dikembangkan untuk menyederhanakan sistem operasional bisnis online yang menguntungkan pebisnis.

“Kita yakin seller sangat puas dengan layanan kami. Salah satunya dengan fitur formular pemesanan. Ini sudah dirasakan oleh seller. Kita juga dapat mempermudah mereka dengan sinkronisasi email dengan pihak ketiga,” paparnya.

Begitu juga dengan penentuan target pasar, perangkat atau tool untuk mengelola toko online para pelaku UMKM di marketplace, daftar pesanan (list order), stok dan sebagainya. “Semuanya berjalan tersinkronisasi,” ucap Fazlur.

Pihaknya, juga mengadopsi teknologi AI alias artificial intelligent untuk rekomendasi produk. Untuk beberap produk bahkan dijual secara bundling untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. “Kita langsung mengumpulkan data historisnya untuk mengetahui seller jagoan-jagoannya di produk apa. Lalu, kita tawarkan produk lain dari Inventro untuk dijual,” ucapnya.

Baca juga
Payakumbuh Perkuat Branding 'City of Randang'

OrderOnline.id juga memiliki fitur khusus monitoring. “Fitur ini membantu seller memantau, misalnya, berapa COD yang berhasil, gagal, return (barang dikembalikan), dan berapa yang potensi gagal. Ada juga fitur untuk follow up dengan notifikasi di WhatsApp dan email sehingga seller bisa melakukan pengantaran ulang,” papar dia.

Beragam fitur baru pun terus bermunculan. Customer Rating adalah salah satunya yang dapat membantu pebisnis melakukan analisa pelanggan untuk meningkatkan success rate dan mencegah fake order dari pembeli fiktif yang kerap terjadi, khususnya dalam metode COD.

Fitur ini penting untuk memberikan keamanan dari sisi penjual karena tercatat 78,72% transaksi e-commerce di Indonesia menurut Statistik e-commerce BPS tahun 2021 menggunakan metode pembayaran COD.

Rencana berikutnya, OrderOnline.id akan merilis ragam lini bisnis baru mulai dari agregator ekspedisi (OExpress), e-course untuk bisnis online (OCademy), penyedia produk jualan bagi dropshipper dan reseller (Inventro), jasa fulfillment, hingga menyasar sektor permodalan usaha di masa mendatang. “Sebagian besar lini bisnis tersebut akan kami luncurkan di tahun ini,” ucap Rovan.

Rio dari Zapira Store dinobatkan sebagai VIP Seller OrderOnline.id. Ia bergabung dengan Orderonnline.id sejak 2019 di mana ia ingin serius jualan online. “Fiturnya ringan. Ngulik-ngulik (OrderOnline.id), apa yang kita butuh ada saja,” ucapnya.

Salsah satunya, fitur customer support yang menurutnya sangat membantu dan gampang diaplikasikan. “Layanan ini buka hingga malam, hingga jam 10 malam,” papar dia.

Baca juga
Digitalisasi Dukung Pengembangan Usaha Petani dan UMKM Rempah

Begitu juga dengan fitur COD yang penyelesaiannya sangat baik. “Sebelumnya, return (barang dikembalikan) mencapai 10%. Dengan order online, return hanya 2-3%. Kita bisa menyelesaikannya melalui customer service di order online tersebut. Bisa push di CS itu,” ujarnya.

Sebelum menjadi VIP seller, dia hanya dapat mengirimkan 5-10 paket pesanan per hari. Namun, seiring berjalannya waktu, angka itu mengalami peningkatan hingga puluhan bahkan ratusa paket per hari. “Sekarang, sudah mencapai ribuan paket per hari,” papar Rio.

Rio memiliki tim yang turut membantunya dengan jumlah pekerja di Zafira Store mencapai 40 orang. Saat ditanya omzet, ia menyebutkan per 1 paket berada dalam kisaran Rp150 ribu hingga Rp500 ribu. “Tinggal hitung saja dari ribuan paket pesanan berapa omzetnya,” tuturnya seraya tersenyum simpul.

Dia juga menegaskan, dari empat platform yang digunakan, orderonline.id merupakan aplikasi yang paling mudah.

Sejauh ini, perusahaan masih sepenuhnya mengandalkan bootstrapping dalam operasional usahanya. Namun dengan perkembangan bisnis yang masif, tidak menutup kemungkinan OrderOnline.id akan menggalang pendanaan pertamanya.

Tinggalkan Komentar