Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Aplikasi Livin’ by Mandiri Diunduh 20 Juta Kali dalam Setahun

Rabu, 25 Jan 2023 - 19:27 WIB
Mandiri 20 Juta
Aplikasi Livin’ by Mandiri diunduh lebih dari 20 juta sepanjang tahun 2022. (foto: dok. Bank Mandiri)

Direktur Information Technology PT Bank Mandiri Tbk Timothy Utama menyebut aplikasi Livin’ by Mandiri diunduh lebih dari 20 juta sepanjang tahun 2022.

“Dari 20 juta download, lebih dari 16 juta sudah menjadi pengguna aktif, sementara pengguna aktif harian mencapai lima juta,” kata Timothy dalam webinar Infobank bertajuk ‘A New Competitive Landscape in The Banking and Financial Sector’, di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Ia menyebut, pada 2022, Bank Mandiri meluncurkan dua fitur signifikan untuk aplikasi Livin’ by Mandiri, yakni fitur investasi dan Livin’ Sukha yang mengintegrasikan ekosistem pemenuhan kebutuhan gaya hidup secara digital.

Baca juga
Klaster Energi Sumbang Rp2.292 Triliun Pendapatan BUMN

“Kami meluncurkan Livin’ Investment untuk mendukung pertumbuhan investasi di mutual fund. Yang terjadi di Livin’, bukan hanya kami menawarkan mutual funds, tapi kami juga mendemokratisasi investasi,” terang Timothy.

Melalui Livin’ Investment, nasabah bisa menginvestasikan uangnya mulai dari Rp100 ribu saja.

Sementara itu, Livin’ Sukha dapat memenuhi berbagai kebutuhan nasabah terkait gaya hidup karena membentuk ekosistem gaya hidup yang dikerja samakan dengan 2.500 pelaku usaha di bidang gaya hidup.

Ke depan, Livin’ Sukha diharapkan dapat membuat Livin’ menjadi satu platform yang mampu menyediakan berbagai kebutuhan gaya hidup nasabah.

“Kalau kita lihat, setiap orang rata-rata memiliki 15 aplikasi untuk memenuhi gaya hidup mereka. Dengan Livin’ Sukha, kita ingin aplikasi Livin’ Sukha menjawab berbagai kebutuhan nasabah sehingga nasabah hanya perlu memiliki 3 aplikasi,” jelas Timothy.

Baca juga
Aplikasi GoodNovel Ajak Produktif untuk Pengisi Waktu Ngabuburit Ramadan

Bank Mandiri juga akan terus mengembangkan layanan digital ke depan termasuk terkait dengan manajemen risiko.

“Kami harus terus bisa berkembang, berlanjut dengan visi misi yang sangat jelas, ditunjang penguatan kapabilitas, reliabilitas, ketersediaan, keamanan, dan scalibility. Salah satu yang sangat penting adalah harus punya risk protection yang baik,” ucapnya.

Tinggalkan Komentar