Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Apple Kini Lebih Berharga dari Gabungan Amazon, Google dan Meta

Jumat, 04 Nov 2022 - 07:30 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Apple
Gettyimages

Saham Apple makin kinclong daripada rekan-rekan raksasa teknologi lainnya selama sebulan terakhir, dan itu membantu perusahaan mencapai prestasi yang mengejutkan. Raksasa smartphone itu kini bernilai lebih dari  induk dari Google, Alphabet, Amazon, dan Meta jika digabungkan.

Mengutip Bloomberg, Apple menyelesaikan sesi Rabu, (2/11/2022), dengan kapitalisasi pasar US$ 2,307 triliun, menurut Dow Jones Market Data. Alfabet, Amazon, dan Meta bernilai gabungan US$ 2,306 triliun.

Perbandingan itu di Twitter tag oleh YouTuber keuangan Joseph Carlson.

Kekontrasan itu menggambarkan penurunan tajam dalam saham teknologi tahun ini. Apple bernilai US$ 2,913 triliun untuk menutup tahun 2021, menurut Dow Jones Market Data. Pengelompokan Alphabet, Amazon dan Meta bernilai US$ 4,410 triliun saat itu.

Baca juga
Jangan Kaget, Instagram Kamu Bakal Kebanjiran Postingan Iklan

Saham Apple telah mengungguli tiga rekan teknologinya selama sebulan terakhir dan sepanjang 2022.

Saham Apple naik 4,9% dalam sebulan terakhir, sementara saham Alphabet turun 9,1%, saham Amazon turun 18,5% dan saham Meta turun 33,3%.

Secara year-to-date, saham Apple telah kehilangan 18,3%, sementara Alphabet telah turun 40,5%, Amazon telah jatuh 44,7% dan Meta telah jatuh 73,1%.

Saham Apple juga memiliki awal yang lebih baik untuk minggu ini daripada tiga nama Big Tech lainnya, meskipun keempatnya turun.

Keempat perusahaan masing-masing melaporkan pendapatan minggu lalu, dan hanya angka Apple yang mendapat reaksi saham positif. Sejak itu, Meta jatuh di bawah penilaian US$ 300 miliar untuk pertama kalinya sejak Februari 2016. Nilainya US$ 240 miliar pada penutupan hari Rabu.

Baca juga
Google Blokir Media Rusia dari Penghasilan Iklan

Sementara itu, saham Amazon telah menurun di masing-masing dari enam sesi perdagangan terakhir, dan perusahaan pada hari Selasa jatuh dari wilayah triliunan dolar untuk pertama kalinya sejak April 2020.

Analis Bernstein Mark Shmulik baru-baru ini menyoroti tantangan yang perusahaan internet besar hadapi dalam apa yang ia sebut “otopsi” dari hasil terbaru mereka.

Dia mencatat bahwa Alphabet, Amazon, dan Meta sekarang harus menunjukkan “kesempurnaan” karena mereka semua memiliki bisnis yang terdiversifikasi dan investor lebih rentan terhadap tanda-tanda kelemahan di salah satu area tersebut di tengah iklim pasar yang berombak.

Tinggalkan Komentar