inilah.comototeknoApple Minggir Dulu, Samsung Puncaki Penjualan Smartphone Q1 2023

Apple Minggir Dulu, Samsung Puncaki Penjualan Smartphone Q1 2023

Senin, 8 Mei 2023 - 07:06 WIB
Share
Apple Minggir Dulu, Samsung Puncaki Penjualan Smartphone Q1 2023

Ilustrasi penjualan smartphone (Foto: Getty images)

Menurut laporan riset Counterpoint, Samsung berhasil menjadi brand ponsel nomor 1 dengan penjualan tertinggi di kuartal pertama (Q1) 2023, mengalahkan Apple yang sempat menjadi 'raja' di kuartal sebelumnya. Penjualan Samsung didorong oleh seri A yang menjadi mid-range andalan Samsung, ditambah dengan seri baru Galaxy S23 yang baru diluncurkan. Sementara itu, Apple mengalami penurunan penjualan secara Year-on-Year (YoY) dibandingkan dengan brand HP lainnya, meski berhasil meraih persentase market share tertinggi dengan kenaikan 21% di Q1 2023.

Samsung menjadi brand dengan produk paling banyak terjual pada Q1 2023, dengan total 60,6 juta unit, sedangkan di peringkat kedua adalah Apple, yang hanya selisih tipis dengan total penjualan 50,8 juta unit. Namun, dalam hal revenue, Counterpoint melaporkan bahwa iPhone menguasai pendapatan penjualan smartphone, hampir setengah dari total pendapatan smartphone. Kedua brand ini memperoleh 96 persen operating profit smartphone global.

Brand besar China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo mengalami penurunan jumlah unit terjual, dengan persentase minus dua digit, YoY. Hal ini disebabkan oleh iklim pasar China yang sedang dalam tahap pemulihan. Oppo juga harus keluar dari Jerman karena kalah dalam sidang gugatan paten melawan Nokia.

Penjualan total smartphone global turun 14 persen YoY dan turun 7 persen quarter-on-quarter (QoQ) dengan total penjualan sebanyak 280,2 juta unit di Q1 2023. Keuntungan smartphone global turun 7 persen YoY, mencapai angka 104 miliar dolar. Sementara itu, Apple, Samsung, dan Xiaomi mengalami kenaikan harga penjualan rata-rata mereka YoY.

"Pengiriman smartphone menurun lebih lanjut pada Q1 2023 setelah kuartal musim liburan, (penurunan ini) terlemah sejak 2013," ungkap Analis Senior Harmeet Singh Walia, dikutip dari laporan Counterpoint. Hal ini disebabkan pemulihan ekonomi di China yang lebih lambat dari prediksi sebelumnya, dan kejatuhan beberapa bank besar di AS.

"Pasar smartphone terpukul akibat beberapa merek besar yang (memilih) memasok sedikit perangkat baru ke pasar. (Hal ini berdampak pada) persediaan tinggi, (di tengah aksi) konsumen memilih untuk tak (beli smartphone baru), dan bertahan dengan smartphone lama yang lebih tahan lama."

Topik
Share
Komentar

Tidak ada komentar

BERITA TERKAIT