Rabu, 28 September 2022
02 Rabi'ul Awwal 1444

Arab Saudi Mulai Copot Tanda Pembatas untuk Jaga Jarak, Shaf Salat Kembali Rapat

Minggu, 06 Mar 2022 - 08:05 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Arab Saudi - inilah.com
Petugas Mencopot Tanda Pembatasan untuk Jaga Jarak (Foto Twitter @Haramainfo)

Arab Saudi mulai memperlonggar pembatasan COVID-19 pada Sabtu (05/03), mengizinkan orang-orang berkumpul dan mencabut kewajiban masker bagi mereka yang telah menerima dosis lengkap vaksin COVID-19. Kebijakan baru ini diumumkan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Dalam pernyataan kementerian tersebut yang dilaporkan Biro Pers Saudi (SPA), pemakaian masker di ruang-ruang terbuka tidak lagi diwajibkan untuk orang yang telah divaksinasi penuh, walaupun warga masih harus memakai masker di ruang-ruang tertutup dan area yang tidak dipantau aplikasi pelacakan Tawakkalna.

Dibuktikan pada Minggu, (06/03) melakui akun @Haraminfo sejumlah petugas yang berwenang melepas semua tanda pembatas dan palang pembatas yang berfungsi sebagai tanda jaga jarak saat salat atau berjalan di Masjidil Haram.

Diberitakan sebelumnya, Arab Saudi resmi mengumumkan telah mencabut hampir semua pembatasan COVID-19, Langkah ini diambil setelah melihat adanya kemajuan program vaksinasi nasional dan tingkat kekebalan keseluruhan yang tinggi yang membaik di negara itu.

Baca juga
MUI: Hukum Panitia Kontes Waria Berdalih Izin Kegiatan Agama

Selain itu, para pendatang tidak perlu lagi memberikan hasil PCR atau tes antigen cepat, dan mereka tidak diharuskan menjalani karantina wajib COVID-19 pada saat kedatangan, tambah sumber dari Kementerian Dalam Negeri.

Arab Saudi juga mencabut pelarangan terbang secara langsung dari sejumlah negara yakni: Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho, Eswatini, Mozambik, Malawi, Mauritius, Zambia, Madagaskar, Angola, Seychelles, Republik Bersatu Komoro, Nigeria, Etiopia, Afganistan.

Di sisi lain, Arab Saudi tetap menekankan pentingnya untuk menyelesaikan program vaksinasi nasional, termasuk booster dan menerapkan prosedur untuk memfasilitasi status kesehatan dalam aplikasi ‘Tawakkalna’ untuk memasuki fasilitas, kegiatan, acara, pesawat, dan transportasi umum.

Tinggalkan Komentar