Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

Arogansi di Perumahan Kadiv Propam, Purnawirawan Jenderal Dilangkahi Wartawan Diintimidasi

Jumat, 15 Jul 2022 - 00:45 WIB
Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo - inilah.com
Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo

Situasi di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jaksel, lokasi rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, mendadak tidak ramah. Setidaknya sejak tim gabungan khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melakukan olah TKP di rumah dinas tempat terbunuhnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada Selasa (12/7/2022) yang lalu.

Seno Sukarto, purnawirawan jenderal bintang dua yang didapuk menjadi Ketua RT 05/ RW 01, Komplek Polri, Duren Tiga, sempat mencak-mencak. Dia tidak bisa menahan sewot lantaran merasa tidak dihargai sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, lantaran tim gabungan bersikap arogan saat melakukan olah TKP.

“Bahwa dia (tim gabungan) datang ke sini mengadakan pemeriksaan itu istilahnya kulo nuwun enggak ada sama sekali,” kata Seno, kepada wartawan yang menemuinya, sehari selepas olah TKP.

Sikap Seno yang keras menjadi daya tarik media. Eks Kapolda Aceh dan Kapolda Sumut itu memberi warna pemberitaan terkait insiden berdarah di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Secara terang-terangan Seno juga mempertanyakan mengapa dekoder kamera pengawas komplek Polri diganti tanpa sepengetahuannya.

Penggantian dekoder membuat dirinya selaku Ketua RT tidak bisa memutar video rekaman untuk mengetahui keadaan kawasan ketika Brigadir J disebut tewas pada 8 Juli 2022 yang lalu. Dia baru mengetahui penggantian dekoder pada Senin (11/7/2022) atau ketika media memberitakan peristiwa nahas saling tembak anggota polisi di rumah dinas Kadiv Propam.

“Makanya saya katakan merasa enggak suka,” sebut Seno.

Arogansi yang dirasakan Seno turut dialami oleh wartawan yang memantau perkembangan situasi di Komplek Polri itu pada Kamis (14/7/2022). Lebih sial lagi, dua jurnalis perempuan mendapatkan intimidasi yang bisa dikategorikan kekerasan ketika mewawancari seorang petugas kebersihan.

Kedua jurnalis dari CNN Indonesia dan Detik didekati tiga orang yang tidak dikenal ketika mewawancarai Mang Asep, petugas kebersihan, yang dirasa bisa memberi gambaran situasi sebelum dan sesudah kejadian tewasnya Brigadir J.

“Yang dihapus video (wawancara) Ibu RT sama video Mang Asep,” tutur salah seorang jurnalis, membagikan peristiwa yang dialaminya melalui rekaman suara (voice note).

Mulanya kedua jurnalis mendatangi Ibu RT untuk mendapatkan informasi. Istri dari Seno Sukarto menerima keduanya dengan ramah sebelum mencari rumah Mang Asep. Keduanya langsung menyiapkan alat kerja jurnalis ketika melihat Mang Asep sedang bekerja. Ketika proses wawancara berlangsung tiga orang tidak dikenal langsung menghardik.

Pas sudah agak jauh disamperin lagi bertiga ‘mana sini handphonenya?’ langsung dihapus-hapusin (video). Total ada tiga video yang dihapus mereka,” tutur jurnalis itu.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo memastikan bakal mengusut kasus intimidasi itu. Dedi juga bakal berkoordinasi dengan Polres Jaksel membahas peristiwa pengancaman jurnalis ini. Namun dia juga mengingatkan kedua jurnalis untuk tidak ragu membuat pelaporan.

Ojo mengandai-mengandai kalau belum jelas. Biar buat laporan aja ke Jaksel biar jelas sekalian,” kata Dedi.

Tinggalkan Komentar