Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

AS Akan Kembali Sumbangkan 500 Juta Dosis Vaksin ke Negara Lain

Kamis, 23 Sep 2021 - 04:03 WIB
AS Akan Kembali Sumbangkan 500 Juta Dosis Vaksin ke Negara Lain - inilah.com

Amerika Serikat berjanji untuk membeli lagi 500 juta dosis vaksin COVID-19 untuk disumbangkan ke negara lain setelah mendapat tekanan untuk berbagi pasokannya ke seluruh dunia.

Mengutip Reuters, Gedung Putih menjadi tuan rumah pertemuan puncak virtual yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi global.

Pemerintahan Presiden Joe Biden ingin menunjukkan bahwa dia memimpin dengan memberi contoh.

“Untuk mengalahkan pandemi di sini, kita harus mengalahkannya di mana-mana,” kata Biden, memulai KTT, yang diikuti para pemimpin dari Kanada, Indonesia, Afrika Selatan, dan Inggris, serta Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Ini merupakan krisis,” katanya tentang pandemi yang melanda sejak awal 2020, menewaskan sedikitnya 4.913.000 orang.

Baca juga
Bos Huawei Akhirnya Bebas, Langsung Pulang ke China

Vaksin tambahan membuat sumbangan AS ke seluruh dunia menjadi lebih dari 1,1 miliar dosis, jauh dari 5 miliar hingga 6 miliar dosis yang menurut para ahli kesehatan global dibutuhkan oleh negara-negara miskin.

Vaksin dari Pfizer Inc dan BioNTech SE akan dibuat di AS dan dikirim ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah mulai Januari, kata pejabat senior AS menjelang pengumuman tersebut.

“Ini adalah komitmen besar AS. Bahkan untuk setiap satu dosis vaksin yang kami berikan di negara ini hingga saat ini, kami sekarang menyumbangkan tiga dosis vaksin ke negara lain,” kata pejabat itu kepada wartawan.

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan pemerintah akan membayar sekitar US$7 atau sekitar Rp99.500 per dosis.

Baca juga
Presiden Jokowi Bertemu Empat Mata dengan Elon Musk di Space X

Pada Juni lalu, pemerintahan Biden setuju untuk membeli dan menyumbangkan 500 juta dosis vaksin.

Berdasarkan ketentuan kontrak itu, AS akan membayar Pfizer dan BioNTech sekitar US$3,5 miliar atau sekitar Rp49 triliun untuk vaksin COVID-19.

AS juga mendapat kecaman karena merencanakan suntikan penguat atau booster untuk warganya yang divaksin penuh sementara jutaan orang di seluruh dunia masih tidak memiliki akses ke vaksin yang menyelamatkan jiwa.

Fasilitas COVAX, yang didukung oleh WHO dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), mengirimkan lebih dari 286 juta dosis vaksin COVID-19 ke 141 negara.

Pada September ini, organisasi yang menjalankan fasilitas tersebut harus memangkas target pengiriman 2021 mereka hampir 30 persen menjadi 1,425 miliar dosis.

Baca juga
Protes Mandat Vaksin Masih Berlangsung di Australia dan Selandia Baru

Tingkat vaksinasi di beberapa negara, termasuk Haiti dan Republik Demokratik Kongo, kurang dari 1 persen, menurut Reuters.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sudah menegur para pemimpin dunia karena distribusi vaksin COVID-19 yang tidak adil.

Tinggalkan Komentar