Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

AS Bakal Persingkat Masa Isolasi dan Karantina COVID-19

Rabu, 29 Des 2021 - 08:37 WIB
Isolasi Karantina
(ist)

Pejabat kesehatan AS berencana memangkas pembatasan isolasi untuk warga yang positif terjangkit COVID-19 dan mempersingkat waktu karantina.

Mereka yang terinfeksi COVID-19 dan yang terpapar hanya perlu menjalani isolasi selama lima hari, lebih singkat dibanding rekomendasi sebelumnya selama 10 hari.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, perubahan itu sesuai dengan bukti yang berkembang, bahwa virus corona paling menular pada dua hari sebelum dan tiga hari setelah muncul gejala.

Keputusan itu juga dipengaruhi oleh lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini akibat merebaknya varian Omicron.

Kajian awal menunjukkan Omicron dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan dibanding versi virus corona sebelumnya. Tetapi menurut para pakar, banyaknya orang yang tertular –dan karenanya harus diisolasi atau dikarantina– berpotensi menghancurkan kemampuan rumah sakit, maskapai penerbangan, dan bisnis lain agar dapat tetap beroperasi.

Baca juga
407 Warga DKI Positif Omicron, Mayoritas Tertular dari Luar Negeri

Direktur CDC Rochelle Walensky menyebut bahwa AS akan mendapati banyak kasus Omicron. “Tidak semua kasus akan menjadi parah. Bahkan banyak yang tidak menunjukkan gejala,” ujarnya kepada Associated Press seperti dikutip Rabu (29/12/2021).

“Untuk itu, kami ingin memastikan adanya mekanisme yang sesuai agar kami dapat terus menjaga masyarakat supaya tetap berfungsi dengan aman, sambil tentunya tetap mengikuti sains,” imbuh Walensky.

Pada pekan lalu, CDC melonggarkan aturan sebelumnya yang mensyaratkan petugas perawatan kesehatan untuk tidak bekerja selama 10 hari jika mereka terbukti positif. Rekomendasi baru mengatakan petugas kesehatan dapat kembali bekerja setelah tujuh hari, jika hasil tes menunjukkan negatif dan tidak memiliki gejala.

Kini CDC mengatakan isolasi dapat dipotong menjadi lima hari saja, atau bahkan lebih sedikit jika terjadi kekurangan staf yang parah. CDC juga mengubah panduan isolasi dan karantina untuk publik, menjadi semakin longgar.

Baca juga
Penerima Vaksin COVID-19 Lengkap di Indonesia Capai 86,27 Juta Jiwa

Panduan ini bukan mandat atau kewajiban, tetapi merupakan rekomendasi pada pekerja dan pejabat lokal dan negara bagian. Pekan lalu, New York mengatakan akan memperluas pedoman CDC bagi petugas kesehatan, untuk mencakup pekerja di bidang strategis lain yang sangat kekurangan staf.

 

Tinggalkan Komentar