Selasa, 31 Januari 2023
09 Rajab 1444

AS Kian Keras ke Huawei, Perangkat Teknologi Diblokir Total

Senin, 28 Nov 2022 - 07:02 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Pelanggan berjalan melewati toko Huawei di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China, Sabtu (27/11/2022) (Foto:Gettyimages)
Pelanggan berjalan melewati toko Huawei di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China, Sabtu (27/11/2022) (Foto:Gettyimages)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin keras terhadap China setelah mengumumkan melarang penjualan perangkat teknologi alat telekomunikasi dari perusahaan negeri tirai bambu itu.

AS mengatakan pada hari Jumat (25/11) waktu setempat bahwa pihaknya melarang penjualan peralatan telekomunikasi baru yang dibuat oleh perusahaan China Huawei Technologies Co. dan ZTE Corp., serta peralatan pengawasan video dari beberapa perusahaan lain, dengan alasan risiko keamanan nasional.

Melansir Kyodo, Minggu (28/11/2022), langkah terbaru oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) mencerminkan kekhawatiran AS bahwa peralatan yang diproduksi oleh perusahaan China yang berpotensi “dapat digunakan untuk spionase dan kegiatan lainnya”.

Baca juga
AS-Arab Saudi Tandatangani 18 Perjanjian, Termasuk soal Energi

“Aturan baru telah diadopsi untuk melarang peralatan komunikasi yang dianggap menimbulkan risiko keamanan nasional yang tidak dapat diterima untuk diotorisasi untuk diimpor atau dijual di Amerika Serikat,” kata FCC dalam siaran pers.

Lebih lanjut, FCC telah melarang perusahaan menggunakan subsidi pemerintah untuk membeli peralatan dari perusahaan teknologi China seperti Huawei. Namun, produk semacam itu terus diimpor di AS dan dijual kepada pembeli yang tidak menggunakan dana federal.

Komisaris FCC Brendan Carr menyambut dalam sebuah pernyataan penutupan pengawas dari “celah Huawei”, mengingat kekhawatirannya tentang aturan sebelumnya yang memungkinkan “operator menggunakan dana pribadi untuk membeli peralatan yang persis sama dan menempatkannya di titik yang sama persis di jaringan mereka”.

Baca juga
Pelaku Kerusuhan Capitol Hill Mengaku Ikuti Perintah Trump

Sementara itu, aturan baru juga akan memengaruhi perusahaan termasuk pembuat kamera keamanan Hangzhou Hikvision Digital Technology Co., Dahua Technology Co. dan produsen radio Hytera Communications Corp.

Huawei dan Pemerintah China sendiri memang sudah membantah tuduhan mata-mata dan mengecam sanksi AS atas teknologi China.

Pada 2019, Presiden AS saat itu, Donald Trump menandatangani Undang-Undang Keamanan dan Jaringan Komunikasi Terpecaya.

Produk hukum itu menetapkan kriteria untuk mengidentifikasi layanan komunikasi Washington yang berpotensi menjadi bahaya bagi keamanan nasional.

Tinggalkan Komentar