Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Asian Agri Produksi Setrum dari Limbah Sawit

Minggu, 24 Jan 2016 - 19:08 WIB
Penulis : Iwan Purwantono
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana

INILAHCOM, Pelalawan - Pemerintah meresmikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG) berkapasitas 2 MW milik Asian Agri Grup di Riau. Asal tahu saja, pembangkit ini berbahan bakar limbah kelapa sawit.

Saat peresmiannya, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi pembangunan pembangkit biogas ini.

"Pembangkit ini merupakan bentuk pemanfaatan limbah menjadi listrik, sehingga berguna bagi masyarakat," kata Rida di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (23/1/2016),

Sekedar informasi saja, Asian Agri memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) yang selama ini dimanfaatkan sebagai pupuk. Gas metana yang dihasilkan dari POME, dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit.

Menurut Rida, pembangunan PLTBG tersebut sejalan dengan program pemerintah mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dan sekaligus mengurangi pemakaian energi fosil.

"Pemanfaatan limbah ini merupakan kontribusi nyata Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca dunia sebesar 29 persen pada 2030," ujar Rida.

Rida mengatakan, Indonesia memiliki potensi EBT yang cukup besar yakni 886 ribu MW. Sayangnya, kapasitas terpasang pembangkit EBT masih cekak yakni 9 ribu MW, atau baru 1%.

Khusus untuk Provinsi Riau, pada 2013, Badan Pusat Statistik mencatat luas kebun sawit mencapai 2,2 juta ha dengan hasil POME 16 juta m3 per tahun. "Kalau dimaksimalkan, maka potensi itu bisa menghasilkan listrik 90 MW," kata Rida.

Rida menambahkan, pada 2018, pemerintah akan mewajibkan perusahaan memanfaatkan limbah yang dihasilkan. "Dengan ada kewajiban, diharapkan pemanfaatan EBT makin besar lagi," ujar Rida.

General Manager Asian Agri, Freddy Widjaya mengatakan, PLTBG di Ukui merupakan pembangkit kelima yang dioperasikan di kebun sawitnya. Kelima PLTBG berteknologi Jepang itu, tersebar di tiga provinsi yakni Riau, Sumut, dan Jambi.

"Dua PLTBG ada di Sumut, dua unit di Riau, dan satu unit di Jambi. Tiap unit PLTBG berkapasitas dua MW, sehingga totalnya sudah 10 MW," ujar Freddy.

Menurut Freddy, Asian Agri menargetkan pembangunan 20 unit PLTBG dengan total kapasitas 40 MW hingga 2020. [tar]