Atasi Kekurangan Dokter, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru Berstandar Inggris

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Duta Inggris untuk Pendidikan Internasional Sir Steve Smith (kedua kanan) usai menggelar pertemuan dengan Russell Group di Lancaster House di London, Inggris, Selasa (20/1/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah strategis untuk mengatasi defisit tenaga medis yang menghantui sistem kesehatan Indonesia. Usai menghadiri UK-Indonesia Education Roundtable di London, Selasa (20/1/2026) waktu setempat, Presiden menegaskan rencana pembangunan 10 universitas baru yang dikhususkan untuk bidang Kedokteran, Sains, dan Teknologi (STEM).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Prabowo memaparkan data yang mengkhawatirkan: Indonesia saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 9.000 dokter per tahun. Angka ini dinilai terlalu lambat untuk mengejar rasio ideal kebutuhan nasional.
"Entah berapa tahun lagi (kita bisa memenuhi kebutuhan). Pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," ujar Prabowo dalam keterangannya di London.
Adopsi Standar Tertinggi Inggris
Tidak ingin sekadar mengejar kuantitas, Presiden berambisi "mengimpor" kualitas pendidikan tinggi dari Inggris. Ia menegaskan bahwa 10 kampus baru ini nantinya harus beroperasi menggunakan standar akademik yang sama dengan universitas-universitas terbaik di Britania Raya.
"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris. Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya," tegasnya.
Kampus-kampus ini nantinya akan fokus mencetak sarjana di bidang kedokteran umum, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
Beasiswa Penuh dan Dosen Asing
Dalam visi Prabowo, universitas-universitas ini akan menjadi inkubator bagi putra-putri terbaik bangsa. Pemerintah menjanjikan beasiswa penuh bagi lulusan terbaik yang diterima di sana.
Selain itu, demi menjaga kualitas pengajaran, Indonesia membuka pintu lebar-lebar bagi dosen dan profesor asing untuk mengajar. Prabowo menjanjikan pembangunan kawasan kampus dengan jaminan kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan yang mumpuni agar menarik minat akademisi global.
Target Operasi 2028
Presiden menetapkan target optimistis untuk proyek ambisius ini. Ia berharap universitas-universitas tersebut sudah bisa menerima mahasiswa angkatan pertama pada awal tahun 2028.
"Rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini. Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia," pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
