Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

Atasi Stunting dengan Konsumsi 1 Butir Telur Sehari dengan Rutin

Kamis, 23 Des 2021 - 13:11 WIB
Atasi Stunting
istimewa

Salah satu cara untuk atasi stunting pada anak adalah dengan memberikan protein yang cukup. Menurut Dokter spesialis anak Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A(K), pemberian makanan yang ideal untuk atasi stunting pada balita tidak harus terpaku pada menu-menu yang mahal.

Biasanya menu makanan yang direkomendasikan terlalu mahal dan sulit terjangkau seperti ikan salmon, extra virgin oil, dan lainnya. Namun, masih menurut Meta, ada cara lain dengan memberikan satu butir telur sehari.

“Gunakan saja apa yang ada. Sebagai contoh, ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi 1 butir telur 1 hari secara rutin, itu bisa menurunkan risiko stunting. Tidak perlu mahal. WHO sendiri bilang prinsipnya adalah locally available and affordable, yang tersedia secara lokal dengan harga terjangkau,” papar Meta ditulis di Jakarta, Kamis, (23/12/2021).

Baca juga
Raffi Ahmad Alami Saraf Kejepit, Perhatikan Ini 5 Gejalanya

Kurang Nutrisi karena kurangnya edukasi pemberian makanan yang benar di masyarakat

Kekurangan nutrisi berkepanjangan biasanya berhubungan dengan faktor sosial ekonomi yang rendah. Menurut Meta, faktor stunting tidak berhenti pada sosial ekonomi saja, melainkan juga faktor edukasi praktik pemberian makanan yang benar juga masih rendah di kalangan masyarakat.

Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa angka stunting di Indonesia masih berada pada kisaran 30,8 persen, artinya 1 dari 3 balita di Indonesia masih mengalami stunting.

“Itu adalah angka yang cukup tinggi. Makanya, Pak Presiden Jokowi juga memerintahkan percepatan penurunan angka stunting hingga 14 persen,” sambung Meta.

Baca juga
Varian Batuk pada Pasien Omicron Beragam

Stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan nutrisi berkepanjangan sehingga menyebabkan balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang.

Kondisi stunting diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO.

“Stunting dampaknya banyak, mulai dari menurunnya daya tahan tubuh, menurunnya IQ, menurunnya kapasitas pendidikan dan pekerjaan, sampai dengan meningkatkan berbagai risiko penyakit saat dewasa,” papar Meta.

Tinggalkan Komentar