Aturan Baru Penerbangan, Ada Pemain Kuat Bisnis Tes PCR?

Aturan Baru Penerbangan, Ada Pemain Kuat Bisnis Tes PCR? - inilah.com
(ist)

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman menilai kewajiban tes polymerase chain reaction (PCR) bagi seluruh penerbangan domestik, membuat industri penerbangan semakin terpuruk. Kebijakan ini juga menimbulkan berbagai konspirasi dan dugaan adanya pemain kuat PCR serta penerbangan.

“Makanya banyak muncul konspirasi macam-macam, itulah yang tidak kita butuhkan dalam wabah pandemi ini. kalau bikin kebijakan jangan lucu-lucu lah,” kata Gerry kepada Inilah.com, Jumat (21/10/2021).

Gerry mempertanyakan alasan kewajiban aturan ini khusus diberlakukan untuk industri penerbangan. Sehingga memunculkan kesan pemaksaan.

“Pertanyaannya kenapa moda lain boleh pakai tes antigen? ini kan menjadi diskriminasi moda transportasi,” ujarnya.

Baca juga  Ribuan Masyarakat Terdampak COVID-19 Terima Donasi dari The Foodhall

Gerry meminta pemerintah segera mengevaluasi kebijakan yang merugikan banyak pihak ini.

“Kita harap tanggal 1 November nanti diperbaiki Inmendagri itu, yang lebih masuk akal kebijakannya. Temen-temen pariwisata yang dirumahkan beberapa waktu lalu semakin terkendala dengan aturan ini, temen-temen yang di penerbangan yang kena PHK akan semakin kesulitan juga,” tandas Gerry.

Sebelumnya, pengamat penerbangan Alvin Lie menilai kewajibkan tes PCR bagi penumpang penerbangan bisa menggerus pendapatan maskapai penerbangan. Salah satunya maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Bisa-bisa Garuda Indonesia gulung tikar dan digantikan oleh maskapai lain, apalagi Garuda Indonesia saat ini dililit utang sebesar Rp70 triliun. Apakah ada pemain kuat bermain?

Baca juga  Sudah 65,1 Juta Warga Indonesia Dapatkan Vaksin COVID-19 Lengkap

 “Dari sisi bisnis, menyelamatkan Garuda memang tidak logis. Tetapi pemerintah kan punya itung-itungan lain, dari sisi politik misalnya,” kata Alvin kepada Inilah.com.

Seperti informasi, syarat penerbangan terbaru bagi penumpang pesawat terbang tersebut tertuang dalam  Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 COVID-2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Aturan itu berlaku untuk daerah dengan status PPKM Level 3, Level 2, maupun Level 1 di Jawa-Bali.  

Syarat penerbangan terbaru bagi perjalanan domestik wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan wajib menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 hasil tes PCR dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Harga tes PCR saat ini berkisar antara Rp250.000 hingga Rp400.000.

Baca juga  Cerita Deddy Corbuzier Kena Covid Hingga Hampir Meninggal

Sebelumnya, dalam Inmendagri Nomor 47 Tahun 2021 syarat tes PCR hanya berlaku untuk penerbangan di luar Jawa-Bali. Dengan Inmendagri 53 tahun 2021 kewajiban tes PCR diperluas ke wilayah Jawa-Bali. Inmendagri tersebut berlaku hingga 1 November mendatang.

Tinggalkan Komentar