Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Australia Gelar Pemilu 21 Mei 2022

Australia Pemilu
Perdana Menteri Australia Scott Morrison (foto: The Guardian)

Australia akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) pada 21 Mei mendatang, kata Perdana Menteri Scott Morrison di Canberra, Minggu (10/4/2022).

Kampanye-kampanye menjelang pemilu diperkirakan akan memperdebatkan soal tingginya biaya hidup, perubahan iklim dan berbagai pertanyaan terkait kepercayaan dan kompetensi partai-partai besar.

Morrison menekankan ketidakpastian ekonomi dan ancaman keamanan saat mengumumkan tanggal pemilu.

Dia mengatakan belum saatnya kekuasaan diserahkan kepada Anthony Albanese, pemimpin partai Buruh oposisi, yang menurutnya belum teruji.

“Hanya dengan memilih Liberal dan Nasional dalam pemilu pada 21 Mei ini Anda bisa memastikan ekonomi tangguh untuk masa depan yang lebih kuat,” kata Morrison seperti dilansir Reuters, Minggu.

Baca juga
Dukung Pemulihan Ekonomi, Australia Siap Buka Perbatasan untuk WNA

Partai Buruh mengatakan akan menawarkan alternatif ekonomi yang lebih baik bagi rakyat Australia.

Koalisi konservatif Morrison tertinggal dari Buruh dalam jajak-jajak pendapat setelah sembilan tahun berkuasa.

Namun, dia pernah mengalami hal yang sama sebelum pemilu Mei 2019 ketika keluar sebagai pemenang.

Dalam sebuah opini tentang penetapan tahap-tahap pemilu, Morrison mengatakan meskipun rakyat Australia kini menghadapi lebih banyak tantangan, seperti kebakaran, banjir, dan pandemi COVID-19, negara itu telah bertahan lebih baik daripada negara-negara lain.

“Namun saya tahu negara kita akan terus menghadapi tantangan sangat nyata dan banyak keluarga bertahan dengan susah payah,” katanya.

Baca juga
Protes Mandat Vaksin Masih Berlangsung di Australia dan Selandia Baru

Dia mengatakan partai Buruh akan memperlemah ekonomi dengan pajak dan defisit yang lebih tinggi ketika pemulihan krisis akibat pandemi di Australia lebih baik daripada negara-negara lain.

“Sekarang bukan waktunya mempertaruhkan hal itu,” kata Morrison.

Pemimpin partai Buruh Albanese menekankan bahwa biaya pangan, bahan bakar, perawatan anak dan kesehatan telah meningkat sementara pendapatan tak berubah sejak koalisi konservatif merebut kekuasaan pada 2013.

Dia juga mengatakan pemerintahan Buruh akan mengurangi tekanan pada pengeluaran keluarga.

“Jadi saat Anda merasa ngeri membayar belanjaan di toko swalayan nanti, ingatlah pemerintahan Morrison yang telah berusaha menutup kantong Anda,” kata Albanese dalam tulisan opini pada Sabtu (9/4/2022).

Baca juga
Menkes: Ada 83 Kasus COVID-19 Teridentifikasi di PON XX Papua

 

Tinggalkan Komentar