Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Australia Laporkan Kematian Pertama Karena Omicron

Senin, 27 Des 2021 - 21:24 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Australia - inilah.com
ist

Pemerintah Australia melaporkan kematian pertama kasus COVID-19 varian Omicron pada Senin (27/12/2021),

Kematian akibat varian Omicron terjadi pada pria berusia sekitar 80 tahun dengan penyakit bawaan.

Otoritas tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait kematian akibat varian Omicron itu. Lansia tersebut tertular di fasilitas lansia dan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Sydney.

“Ini adalah kematian pertama yang diketahui di negara bagian New South Wales yang terkait dengan varian Omicron,” kata epidemiolog NSW Health Christine Selvey dalam sebuah video yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Negara Kangguru itu mencatat 10.186 kasus baru.

Baca juga
Maskapai AS Batalkan Ratusan Penerbangan Gara-gara Omicron

“Meskipun kita melihat angka yang meningkat, kami tidak melihat dampaknya terhadap sistem rumah sakit,” kata pimpinan Queensland Annastacia Palaszczuk.

Sejauh ini, otoritas Australia menolak untuk kembali memberlakukan lockdown di tengah jumlah kasus yang melonjak. Australia hanya memberlakukan beberapa kebijakan pembatasan.

Pada Senin, negara bagian New South Wales kembali mewajibkan masyarakatnya untuk melakukan check-in menggunakan kode yang dipindai saat memasuki fasilitas-fasilitas publik, sementara banyak negara bagian lain kembali memberlakukan wajib masker di area publik dalam ruangan.

Negara itu juga telah mempersempit masa penyuntikan booster vaksin dari enam bulan menjadi empat bulan, dan akan segera menjadi tiga bulan.

Baca juga
Pemerintah Izinkan Tarawih di Masjid, Airlangga: Jangan Lupa Disiplin Prokes

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa varian Omicron lebih mudah menular namun tak seganas varian COVID-19 lainnya. Varian tersebut mulai menyebar di Australia saat negara itu baru saja mulai melonggarkan pembatasan.

Termasuk melonggarkan perbatasan domestik dan memperbolehkan warga negaranya untuk kembali dari luar negeri tanpa harus menjalani karantina.

Hal tersebut menyebabkan lonjakan angka kasus menjadi yang tertinggi selama pandemi.

Tinggalkan Komentar