Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Autopsi Ulang Ungkap Dua Luka Tembak Fatal Tewaskan Brigadir J

Senin, 22 Agu 2022 - 16:40 WIB
Otopsi 7 - inilah.com
Ketua Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) dr Ade Firmansyah memberikan keterangan kepada awak media terkait hasil autopsi ulang Brigadir J di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/8/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Ketua Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) dr. Ade Firmansyah mengungkapkan, luka pada tubuh Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat masih sangat jelas. Menurut dia, ada dua luka tembak paling fatal sehingga menyebabkan tewasnya Brigadir J.

“Ada dua luka fatal yaitu di daerah dada dan kepala,” kata Ade saat memaparkan hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/8/2022).

Dia menjelaskan, terdapat lima luka tembak masuk ke tubuh Brigadir J dan empat luka tembak keluar. Identifikasi yang dilakukan tim forensik kemudian mendapati satu peluru bersarang di tubuh Brigadir J

Baca juga
Punya Segudang Pengalaman, Zulhas Tepat Jabat Menteri Perdagangan

“Ada satu yang bersarang. Sesuai dengan trajektorinya. Dari alurnya itu kami bisa tentukan ada yang bersarang di dalam tubuh,” terang Ade.

Ia mengungkapkan, satu peluru itu ada di dekat tulang belakang. Namun, hasil autopsi ulang ini belum mampu menguak jarak dan arah tembakan serta jenis kaliber yang digunakan untuk menembak Brigadir J.

Ade menyebut, tidak ada luka akibat penganiayaan pada tubuh Brigadir J. Hasil autopsi ulang menunjukan hanya ada luka-luka akibat tembakan senjata api.

Sebelumnya, autopsi ulang digelar pada Rabu (27/7/2022) untuk menjawab desakan keluarga yang didukung publik terkait pembunuhan Brigadir J. Tim Khusus Polri menyatakan Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022). Awalnya, Polri menyebutkan Brigadir J meregang nyawa karena baku tembak dengan Bharada E atau  Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Baca juga
KAI Tuntut Ganti Rugi Rp443 Juta ke Otobus Harapan Jaya

 

Tinggalkan Komentar